Berita Pidie
200 Penyandang Disabilitas di Pidie Peringati HDI
Mereka selama dua hari mengikuti beragam kegiatan. Sepertihalnya, pemahaman materi isu disabilitas, motivasi bagi para disabilitas
Penulis: Idris Ismail | Editor: Nur Nihayati
Mereka selama dua hari mengikuti beragam kegiatan. Sepertihalnya, pemahaman materi isu disabilitas, motivasi bagi para disabilitas
Laporan Idris Ismail I Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Sebanyak 200 penyandang disabilitas di Pidie memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI) yang dipusatkan di dua lokasi selama dua hari yaitu sejak 6 sampai 7 Desember 2023.
'Peringatan HDI sebagai momen untuk menyatukan para penyandang para disabilitas dengan masyarakat secara umum dalam interaksi sosial,"sebut Direktur lembaga Paska Aceh, Faridah Haryani kepada Serambinews.com, Kamis (7/12/2023).
Dijelaskan, ke 200 peserta penyandang disabilitas itu berasal dari Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Ikatan Persaudaraan Disabilitas Pidie Indonesia (IPDI) serta Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dari 12 kecamatan di Pidie.
Baca juga: Harga Tiket & Jadwal Kapal Cepat Sabang - Banda Aceh, Kamis 7 Desember 2023
Mereka selama dua hari mengikuti beragam kegiatan. Sepertihalnya, pemahaman materi isu disabilitas, motivasi bagi para disabilitas, tanya jawab serta pembagian doorprize lewat pengajuan pertanyaan.
Adapun lokasi pelaksanaan acara tersebut dipusatkan di Kulam Cafee serta pusat Shapu Indatu Coffe Kota Beureunueun, Kecamatan Mutiara, Pidie.
Jadi, semua kegiatan tersebut terselenggara melalui program Pembangunan Inklusi Bersumberdaya Masyarakat Aceh yang didanai oleh pemerintah Australia melalui lewat program NGO Cooperation Partnership.
Selain diikuti oleh 200 penyandang disabilitas pihak Paska Aceh juga turut menghadirkan 150 peserta dari kalangan dinas terkait, pekerja sosial dari berbagai kecamatan.
Dalam kegiatan diisi narasumber, Zaki Arisandi selaku pendamping desa Kecamatan Sakti serta Sulaiman, Ketua Organisasi IPD Pidie.
'Jadi, kegiatan ini adalah untuk meningkatkan penyadaran bagi masyarakat mengenai isu-isu disabilitas terlebih lagi tentang hak-hak yang harus dipenuhi untuk orang dengan disabilitas," ujarnya .
Menurut Faridah, disabilitas memiliki hak-hak yang sama dengan masyarakat umum lainnya.
Maka pemerintah harus lebih peduli terhadap disabilitas. 'Karena Paska Aceh memiliki keterbatasan SDM dalam pendampingan,"ungkapnya . (*)
Baca juga: Gerakan Pangan Murah Sukses Kendalikan Inflasi Aceh
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/F20231207idr.jpg)