Breaking News

Pengungsi Rohingya Makin Banyak Masuk ke Aceh, Jokowi Minta Tindak Tegas Pelaku TPPO

Presiden menjelaskan arus pengungsi Rohingya ke Indonesia khususnya ke wilayah Provinsi Aceh semakin banyak.

Editor: Faisal Zamzami
Tangkap Layar Youtube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menyampaikan soal pelonggaran aturan memakai masker, Selasa (17/5/2022). 

SERAMBINEWS.COM - Masuknya pengungsi warga etnis Rohingya ke Indonesia khususnya di daerah pesisir Provinsi Aceh diduga karena adanya jaringan perdagangan orang atau Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan bakal menindak tegas pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang membawa pengungsi warga etnis Rohingya ke Indonesia. 

Presiden menjelaskan arus pengungsi Rohingya ke Indonesia khususnya ke wilayah Provinsi Aceh semakin banyak. 

Hal ini menimbulkan kecurigaan, apalagi patroli laut sudah dijalankan untuk mencegah perahu pengungsi Rohingya tiba ke daratan Indonesia.

Jokowi menyatakan hasil pendalaman tim dipimpin Menkopolhukam Mahfud MD ditemukan adanya keterlibatan jaringan TPPO yang memasukkan pengungsi etnis Rohingya ke Tanah Air. 

"Terdapat dugaan kuat ada keterlibatan jaringan TPPO dalam arus pengungsian ini. Pemerintah akan menindak tegas pelaku TPPO," ujar Presiden Jokowi saat jumpa pers, Jumat (8/12/2023).

Jokowi menambahkan, pemerintah tetap memberikan bantuan sementara bagi pengungsi Rohingya yang sudah telanjur masuk ke Indonesia.

 Namun, bantuan yang diberikan tetap mengutamakan kepentingan masyarakat lokal.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 1.487 orang pengungsi Rohingya tiba di pesisir Provinsi Aceh.

Untuk menanganai masalah kebutuhan pengungsi Rohingya, pemerintah akan berkoordinasi dengan organisasi internasional yang menangani pengungsi, UNHCR. 

"Pemerintah akan terus berkoodinasi dengan organisasi internasional untuk menangani masalah ini," ujar Jokowi.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menginstruksikan Menkopolhukam Mahfud MD untuk mengatasi gelombang imigran pengungsi Rohingya yang mendarat di sejumlah pantai Provinsi Aceh sejak pertengahan November lalu.

Selain itu, Jokowi juga sudah menginstruksikan agar masalah tersebut dirembuk dengan pemerintah daerah setempat, serta UNHCR atau Badan PBB urusan Pengungsi.  

Mahfud menjelaskan keterbukaan Indonesia terhadap pengungsi Rohingya atas dasar kemanusiaan. 

Namun sikap Indonesia ini tidak dibarengi dengan keterbukaan beberapa negara yang terikat perjanjian UNHCR, seperti Malaysia, Australia, hingga Singapura.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved