Berita Pidie
21 Prajurit Ikuti Pembaretan Program Studi Kejuruan Tamtama Infanteri Abit Dikmata TNI AD di Pidie
Upacara tradisi pembaretan dan penyematan brevet ” Yudha Wastu Pramuka” tersebut dilaksanakan di Pantai Ie leubeu, Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie, S
Penulis: Hendri Abik | Editor: Mursal Ismail
Upacara tradisi pembaretan dan penyematan brevet ” Yudha Wastu Pramuka” tersebut dilaksanakan di Pantai Ie leubeu, Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie, Senin (18/12/2023) berlangsung khidmat dan penuh haru.
SERAMBINEWS.COM - Sebanyak 21 siswa Program Studi Kejuruan Tamtama Infanteri (Dikjurta If) Abit Dikmata TNI AD Gelombang I Tahun 2023 mengikuti tradisi korps pembaretan.
Upacara tradisi pembaretan dan penyematan brevet ” Yudha Wastu Pramuka” tersebut dilaksanakan di Pantai Ie leubeu, Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie, Senin (18/12/2023) berlangsung khidmat dan penuh haru.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam upaca pembaretan itu, Komandan Rindam Iskandar Muda, Kolonel Infanteri Trijoko Adiwiyono, S.H., M.Si.
Dalam pelaksanaan acara diawal kegiatan, siswa Program Studi Kejuruan Tamtama Infanteri (Dikjurta If) Abit Dikmata TNI AD itu melaksanakan Demonstrasi beladiri taktis dan bongkar pasang senjata dengan mata tertutup.
Mereka menunjukkan kemahiran itu selama menjalani pendidikan kejuruan ini.
Kolonel Infanteri Trijoko Adiwiyono, S.H., M.Si saat membacakan amanat tertulis Danpussenif mengucapakan selamat kepada prajurit yang sudah dilakukan pembaretan.
Baca juga: Rohingya Ramai-ramai Eksodus dan Mendarat di Pesisir Aceh, ARPA Pertanyakan Pengawasan Laut
"Saya selaku Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri beserta seluruh keluarga besar Korps Infanteri mengucapkan selamat atas kemampuan yang telah diraih sekaligus mengesahkan pemakaian baret dan brevet Yudhawastu Pramuka,” katanya.
Kolonel Infanteri Trijoko Adiwiyono menjelaskan pengukuhan dan pembaretan serta penyematan brevet Yudha Wastu Pramuka merupakan suatu pengakuan dan penghargaan serta lambang kehormatan sebagai prajurit Infanteri yang memiliki kemampuan bergerak di segala bentuk medan pertempuran.
“Tradisi pembaretan dan penyematan brevet kualifikasi Yudhawastu Pramuka juga merupakan suatu pengukuhan dan penghargaan serta lambang kehormatan bagi prajurit Infanteri sebagai Queen Of Battle," ujarnya.
Lebih lanjut, Komandan Rindam Iskandar Muda menyebutkan prajurit Infanteri yang tanggap, tanggon dan trengginas, sadari bahwa jalan hidup yang dipilih sebagai prajurit Infanteri adalah Rahmat dari Tuhan Yang Maha Esa.
“Sejarah telah mencatat bahwa prajurit korps Infanteri telah berhasil memenangkan berbagai pertempuran yang menentukan.
Itu lah mengapa di setiap pertempuran terdapat prajurit Infanteri karena sejatinya prajurit Infanteri adalah barisan perang paling depan,” ujarnya.
Baca juga: Dinsos Bireuen Kewalahan Jelaskan Informasi Miring Menyangkut PKH, Ini Masalahannya
Pembaretan tidak hanya dihadiri para pejabat Rindam Iskandar Muda, tetapi turut juga dihadiri unsur pimpinan wilayah setempat dan para orang tua siswa.
Di akhir kegiatan pembaretan, Danrindam IM beserta para pejabat Utama Rindam IM dan Unsur forum Pimpinan wilayah setempat, juga menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat seputaran medan latihan Dodiklatpur Rindam IM. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/PEMBARETAN-SISWA-TNI-DI-PIDIE.jpg)