Jumat, 8 Mei 2026

Berita Sabang

Dugaan Adanya TPPO, TNI AL Halau Kapal Pengangkut Rohingya di ZEE Indonesia - India

Kejadian berawal, ketika TNI AL melaksanakan patroli, KRI Bontang-907 menerima informasi dari Guskamla Koarmada I tentang adanya kontak kapal yang...

Tayang:
Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Bontang-907 yang sedang melaksanakan operasi dengan beberapa unsur KRI lainnya di Perairan Timur Pulau Weh, Nanggroe Aceh Darussalam melaksanakan shadowing terhadap kapal kayu yang diduga mengangkut korban praktek Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) “Rohingya”, Rabu (27/12/2023). 

Kejadian berawal, ketika TNI AL melaksanakan patroli, KRI Bontang-907 menerima informasi dari Guskamla Koarmada I tentang adanya kontak kapal yang diduga merupakan kapal yang digunakan dalam praktek TPPO pelarian “Rohingya”.

Laporan Aulia Prasetya | Sabang

SERAMBINEWS.COM,SABANG - Salah satu unsur TNI Angkatan Laut yaitu Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Bontang-907 yang sedang melaksanakan operasi dengan beberapa unsur KRI lainnya di Perairan Timur Pulau Weh, Nanggroe Aceh Darussalam melaksanakan shadowing terhadap kapal kayu yang diduga mengangkut korban praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) “Rohingya”, Rabu (27/12/2023).  

Setelah dikonfirmasi dengan Komandan Lanal Sabang Kolonel Laut (P) Son Haji Hariyoko, MTr Hanla MM. 

Ia membenarkan informasi tersebut.

"Benar, itu resmi dari Penerangan Angkatan Laut,"  ujar Danlanal Sabang.

Kejadian berawal, ketika TNI AL melaksanakan patroli, KRI Bontang-907 menerima informasi dari Guskamla Koarmada I tentang adanya kontak kapal yang diduga merupakan kapal yang digunakan dalam praktek TPPO pelarian “Rohingya”.

Heli Panther onboard di KRI Bontang-907 melaksanakan pemantauan udara dan teridentifikasi ada kapal kayu dengan nama kapal SHWE YA DANAR 3.

KRI Bontang-907 melaksanakan shadowing terhadap kapal tersebut bertujuan sebagai langkah pengamanan dan monitoring kapal kayu saat berada di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia yang berbatasan dengan ZEE India.

Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Bontang-907 milik TNI Angkatan Laut (AL) yang sedang melaksanakan operasi dan patroli dengan beberapa unsur KRI lainnya, menghalau sebuah kapal kayu yang mengangkut pengungsi Rohingya di Perairan Timur Pulau Weh, Sabang, Rabu (27/12/2023).
Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Bontang-907 milik TNI Angkatan Laut (AL) yang sedang melaksanakan operasi dan patroli dengan beberapa unsur KRI lainnya, menghalau sebuah kapal kayu yang mengangkut pengungsi Rohingya di Perairan Timur Pulau Weh, Sabang, Rabu (27/12/2023). (For Serambinews.com)

Setelah dipastikan kapal itu dalam keadaan baik dengan tidak dalam keadaan darurat, unsur TNI AL terus memantau kapal kayu itu melanjutkan pelayaran hingga keluar ZEE Indonesia-India.

Pemerintah Indonesia bertekad memburu para pelaku TPPO, khususnya pada permasalahan yang terjadi di Aceh. 

Upaya tersebut telah menjadi kewajiban Indonesiam sesuai Konvensi PBB dalam Menentang Tindak Pidana Transnasional.

Hingga saat ini, TNI AL secara terus menerus menggelar operasi sepanjang tahun, tentunya termasuk dalam mengamankan wilayah laut yurisdiksi nasional dari berbagai tindak illegal hingga ancaman kedaulatan.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr Muhammad Ali telah menegaskan bahwa seluruh jajaran prajurit TNI AL, agar senantiasa meningkatkan kesiapsiagaan operasi dan merespon cepat informasi yang diterima, melaksanakan kerjasama dan bersinergi dengan instansi terkait, khususnya dalam menjaga keamanan wilayah perairan Indonesia.(*)

Baca juga: Terindikasi TPPO, TNI AL Halau Kapal Pengangkut Pengungsi Rohingya di Perairan Pulau Weh Sabang

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved