Sabtu, 9 Mei 2026

Luar Negeri

Kim Jong Un Perintahkan Militer Korea Utara Bersiap Perang Hadapi Serangan Nuklir AS

Pimpinan negara komunis itu juga memerintahkan stok persenjataan militer guna mempersiapkan perang yang menurut dia dapat "pecah kapan saja" di Korea.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
STR/KCNA VIA KNS/AFP
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bersama Tentara Revolusioner Rakyat Korea (KPRA). 

SERAMBINEWS.COM, PYONGYANG -  Memasuki Tahun Baru 2024,  Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengeluarkan ancaman baru serangan nuklir ke negara tetangganya Korea Selatan.

Pimpinan negara komunis itu juga memerintahkan stok persenjataan militer guna mempersiapkan perang yang menurut dia dapat "pecah kapan saja" di Korea.

DemikiN media pemerintah melaporkan pada Minggu (31/12/2023).

Kim mengecam Amerika Serikat (AS) dalam pidato panjangnya di akhir lima hari pertemuan partai akhir tahun yang menentukan keputusan kebijakan militer, politik, dan ekonomi negaranya untuk 2024.

Pertemuan tersebut mengumumkan rencana untuk pengembangan militer lebih lanjut pada tahun mendatang.

Termasuk meluncurkan tiga satelit mata-mata lagi, membangun pesawat tak berawak dan mengembangkan kemampuan peperangan elektronik, serta memperkuat kekuatan nuklir dan rudal, menurut kantor berita resmi Korea Central News Agency (KCNA).

Pyongyang tahun ini berhasil meluncurkan satelit pengintai, mengabadikan statusnya sebagai negara tenaga nuklir dalam konstitusinya, dan melakukan uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) tercanggih yang ada di gudang senjatanya.

Pada pertemuan yang berakhir pada Sabtu (30/12), Kim menuduh AS memicu “berbagai jenis ancaman militer.” Ia memerintahkan angkatan bersenjatanya untuk mempertahankan “kemampuan respons perang yang luar biasa,” menurut KCNA.

Hal itu adalah sebuah "fait accompli" bahwa perang dapat pecah kapan saja di semenanjung Korea karena tindakan sembrono musuh yang menyerang kita, kata Kim.

Dalam upaya untuk menghalangi Pyongyang, Washington awal bulan ini mengerahkan kapal selam bertenaga nuklir di kota pelabuhan Busan di Korea Selatan, dan menerbangkan pesawat pengebom jarak jauhnya dalam latihan dengan Seoul dan Tokyo.

Korea Utara sebelumnya menggambarkan penempatan senjata strategis Washington – seperti pesawat pengebom B-52 – dalam latihan bersama di semenanjung Korea sebagai “langkah provokatif perang nuklir yang disengaja.”

“Kita harus merespons dengan cepat kemungkinan krisis nuklir dan terus mempercepat persiapan untuk menenangkan seluruh wilayah Korea Selatan dengan memobilisasi semua sarana dan kekuatan fisik, termasuk kekuatan nuklir, jika terjadi keadaan darurat,” kata Kim.

Baca juga: Jika Amerika Serikat dan Sekutunya Lakukan Hal Ini, Kim Jong Un Siap Lancarkan Serangan Nuklir

Korea Utara Siap Hadapi Perang Nuklir Melawan Amerika Serikat

 

Korea Utara kini menyiagakan kemampuan senjata nuklirnya untuk mengantisipasi perang nuklir melawan Amerika Serikat (AS), setelah negara ini merasa terus-menerus diprovokasi oleh AS.

Terbaru, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sudah meminta militernya untuk mempercepat persiapan perang dan melakukan percepatan program nuklir.

Kantor berita KCNA Kamis (28/12/2023) lalu mengabarkan Kim Jong Un menyampaikan perintah terbaru kepada militernya pada pertemuan partai akhir tahun negara.

Kim diperkirakan akan mengungkap keputusan-keputusan kebijakan penting untuk tahun 2024.

Perintah Kim Jong Un tersebut dikeluarkan hanya berselang seminggu setelah Kim menyampaikan pesan secara luas bahwa Korea Utara tidak akan ragu melancarkan serangan nuklir jika diprovokasi dengan senjata nuklir.

"Kim meminta partai (yang berkuasa) untuk lebih mempercepat persiapan perang di berbagai sektor, termasuk senjata nuklir dan pertahanan sipil," tulis KCNA mengutip perkataan sang pemimpin.


Kim juga menekankan bahwa situasi militer di semenanjung Korea telah menjadi ekstrem karena konfrontasi anti-Utara yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan Amerika Serikat.

Tantangan Dari Korea Selatan, AS, dan Jepang

Korea Selatan bersama Amerika Serikat dan Jepang telah meningkatkan kerja sama pertahanan dalam menghadapi serangkaian uji coba senjata Korea Utara.

Ketiga negara itu bahkan sampai mengaktifkan sistem untuk berbagi data real-time mengenai peluncuran rudal Korea Utara.

Awal Desember 2023 kapal selam bertenaga nuklir milik AS telah tiba di pelabuhan Busan, Korea Selatan.

Tak lama setelahnya, AS menerbangkan pesawat pembom jarak jauh B-52 dalam latihan dengan Korea Selatan dan Jepang.

Bagi Korea Utara, partisipasi aset militer AS dalam latihan bersama di semenanjung Korea merupakan langkah provokatif perang nuklir yang disengaja.

Aliansi Barat itu pada dasarnya khawatir akan meningkatnya intensitas uji coba rudal Korea Utara tahun ini.

Baru-baru ini Kim mendefinisikan tahun 2023 sebagai tahun perubahan besar yang membuat Korea Utara semakin dekat dengan kemenangan.

Baca juga: Jika Kim Jong-un Serang AS dengan Nuklir, Amerika Serikat Ancam Rezim Korea Utara Bakal Tamat

Ancaman Perang Nuklir

Pada pertemuan partai berkuasa akhir tahun lalu, Kim juga menyerukan adanya peningkatan persenjataan nuklir Korea Utara secara eksponensial.

AS dan Korea Selatan yang takut atas langkah Kim baru-baru ini mengadakan pertemuan Kelompok Konsultatif Nuklir di Washington.

 Kedua negara membahas opsi pencegahan nuklir jika terjadi konflik dengan Korea Utara.

Dengan tegas keduanya mengatakan bahwa setiap serangan nuklir dari Korea Utara ke AS atau atau Korea Selatan akan mengakhiri rezim Kim.

Sebagai respons, seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Korea Utara mengecam rencana rivalnya itu untuk memperluas latihan militer gabungan tahunan pada tahun depan dengan memasukkan latihan operasi nuklir.

Menurut kementerian, aksi itu merupakan deklarasi terbuka mengenai konfrontasi senjata nuklir.

Tahun lalu Korea Utara mendeklarasikan dirinya sebagai negara dengan kekuatan nuklir yang tidak dapat diubah. 

Negara ini juga berulang kali menyatakan bahwa pihaknya tidak akan pernah menghentikan program nuklirnya.

Baca juga: Bacaan Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun untuk Umat Islam, Lengkap dengan Arab, Latin dan Terjemahan

Baca juga: Jangan Asal, dr Zaidul Akbar Ungkap Ilmu Makan Nanas, Pilih Begini Kalau Mau Banyak Enzim dan Serat

Baca juga: Bersimbah Darah Usai Shalat Subuh, Pria di Bulukumba Tewas Ditebas Ipar, Dipicu Rebutan Warisan

Tribunnews.com: Tahun Baru 2024, Kim Jong Un Perintahkan Militer Korea Utara Bersiap Perang

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved