Rabu, 6 Mei 2026

PDIP Protes Keras Relawan Ganjar Dikeroyok TNI, Mahfud MD: Harus Ditindak, Jangan Disembunyikan

Menurut dia, peristiwa tersebut terdapat bukti-bukti yang jelas, karena kamera pengawas jelas menunjukkan arogansi aparat terhadap masyarakat sipil. 

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
KOMPAS.com/Syakirun Ni'am
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Calon wakil presiden (Cawapres) nomor urut 3 Mahfud MD meminta peristiwa pengeroyokan relawan Ganjar-Mahfud yang diduga dilakukan oleh sejumlah personel TNI untuk diusut tuntas.  

Ia meminta tak ada yang disembunyikan dari kejadian tersebut. 

 "Harus ditindak, pertama kepada korban kami sudah melakukan penyantunan. Mas ganjar skrg baru saja beberapa jam lalu sedang menengok," kata Mahfud MD kepada wartawan, Senin (1/1/2024). 

"Menyembunyikan hal seperti ini sesuatu yang tidak mungkin, sehingga lebih baik diungkap sebelum yang bersembunyi itu dibuka oleh orang lain yang punya bukti-bukti lengkap. Saya kira sportifitas TNI dipertaruhkan dalam hal itu," sambungnya, dikutip dari laporan jurnalis KompasTV. 

Menurut dia, peristiwa tersebut terdapat bukti-bukti yang jelas, karena kamera pengawas jelas menunjukkan arogansi aparat terhadap masyarakat sipil. 

"Dan sejauh yang saya dengar dari kalangan TNI sudah ditindak. tidak mungkin tidak diketahui pelakunya. Karena CCTV dijalan, itu sudah menunjukkan orang-orangnya dan bagaimana terjadinya," ucap Mahfud.

Sebelumnya diberitakan, tujuh anggota relawan Ganjar-Mahfud dikabarkan harus dirawat di rumah sakit usai diduga dianiaya sejumlah personel Kompi Senapan Yonif Raider 408/Suhbrastha di Boyolali, Sabtu (30/12/2023) akhir pekan lalu. 

 
Komandan Kodim 0724/Boyolali Letkol (Inf) Wiweko Wulang Widodo menyebut penganiayaan terjadi karena tentara-tentara tersebut terganggu dengan suara knalpot brong yang dipakai para relawan. 

Baca juga: Nasib 15 Oknum TNI yang Aniaya 7 Relawan Ganjar-Mahfud di Boyolali, Dandim: Tak ada Motif Politik

Reaksi PDI-P 

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P Hasto Kristiyanto mengatakan, PDI-P memprotes keras tindakan oknum TNI yang menganiaya relawan Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Boyolali, Jawa Tengah.

Hasto menyebut bahwa PDI-P sangat menyesalkan terjadinya tindak kekerasan dan penyiksaan tersebut.

Bahkan, Hasto membawa-bawa nama Menteri Pertahanan (Menhan) sekaligus calon presiden (capres) nomor urut 2, Prabowo Subianto.

“Kami protes keras atas tindakan oknum TNI tersebut. Para oknum TNI tersebut bertindak seperti itu diduga karena ada elemen-elemen di dalam TNI yang jadi simpatisan Pak Prabowo karena sama-sama berlatar belakang militer. Padahal Prabowo sudah diberhentikan dari TNI," ujar Hasto dalam keterangannya, Minggu (31/12/2023).

Dalam diskusi dengan salah satu tokoh pegiat hak asasi manusia (HAM) guna mencari akar kekerasan oleh oknum TNI tersebut, Hasto menduga bahwa tindak kekerasan tersebut berawal dari kerancuan Prabowo sebagai Menhan dan sebagai capres.

Oleh karena itu, menurutnya, tercipta kesan adanya emotional bonding di kalangan oknum TNI tertentu dengan Prabowo.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved