Pengungsi Rohingya
Tak Sepeser pun Minta Pembiayaan, UNHCR: Masifnya Tolak Rohingya Tanpa Satu Alasan Konkret
Protection Associate UNHCR Indonesia, Faisal Rahman menyoroti penolakan yang masif di masyarakat terkait keberadaan pengungsi Rohingya.
Penulis: Sara Masroni | Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Protection Associate UNHCR Indonesia, Faisal Rahman menyoroti penolakan yang masif di masyarakat terkait keberadaan pengungsi Rohingya.
Menurutnya, selama ini Aceh dikenal memiliki budaya memuliakan tamu terutama untuk mereka yang sedang mencari perlindungan.
"Baru-baru ini berbeda, ini permasalahanya apa yang mendorong begitu masifnya penolakan tanpa ada satu alasan konkret, pokoknya jangan saja," kata Faisal dalam program Serambi Spotlight dipandu News Manajer Serambi Indonesia, Bukhari M Ali di Studio Serambinews.com, Selasa (2/1/2024).
Baca juga: Nasi Kebuli dan Tangan Kecil Dira untuk Rohingya
Baca juga: Wajah Ceria Pengungsi Rohingya saat Masyarakat Bagi Nasi Kebuli dan Puding Coklat di Meuseuraya Aceh
Sementara alasanya pengungsi Rohingya ke Indonesia khususnya ke Aceh, karena menghadapi masalah, ancaman, persekusi yang membahayakan nyawa di negaranya.
"Berpindah mencari perlindungan, ini yang kemudian dikatakan pengungsi dan diakui dunia, perlu mendapat perlindungan internasional," jelas Faisal.
Perwakilan UNHCR itu mengingatkan kalau di masa lalu, banyak juga pengungsi yang datang ke Aceh meminta perlindungan pada masa Kerajaan Sultan Iskandar Muda, dan berikan.
Kemudian mengenai pendanaan, hingga saat ini dikatakannya pihak UNHCR tidak sedikit pun meminta sumbangan pembiayaan ke pemerintah baik di tingkat daerah maupun nasional.
Karena semuanya sudah ditanggung oleh Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi itu sebagai lembaga perlindungan internasional.
"Tidak ada sama sekali pembiayaan yang dikeluarkan pemerintah Indonesia untuk penanganan pengungsi Rohingya," ungkap Faisal.
Baca juga: Siap-siap, Massa Bakal Demo Lagi Selasa Ini di Meuseuraya Aceh Tolak Rohingya
Dikatakannya, UNHCR saat ini menangani 12 ribu lebih pengungsi di Indonesia dan hampir setengahnya merupakan orang-orang Afghanistan.
Kemudian ada juga pengungsi Palestina sekitar 200-an orang dan Afrika serta beberapa negara lain.
"Sementara di Aceh hanya berhadapan dengan pengungsi Rohingya," pungkasnya.
(Serambinews.com/Sara Masroni)
BACA BERITA SERAMBI LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.