Konflik Palestina vs Israel

30.000 Pasukan Israel IDF Potensi Cacat usai Perang di Gaza, 4.000 Dinonaktifkan Cacat Permanen

Seperti diketahui 4.000 tentara Israel kini telah dinonaktifkan, lantaran dalam kondisi cacat sejak awal perang di Gaza pada 7 Oktober 2023 lalu.

Editor: Faisal Zamzami
Photo credit: Noam Revkin Fenton/Flash90
KRISIS KRONIS - Petugas medis Israel mengevakuasi tentara IDF yang terluka. Layanan kesehatan Israel dilaporkan dalam situasi krisis kronis karena banyaknya korban IDF yang terluka dalam perang Gaza melawan Hamas. 

Bendjama mengatakan pemindahan paksa warga Palestina harus ditolak.

“Rencana pemindahan paksa kini terjadi di seluruh wilayah Palestina, melalui pemboman dan penghancuran, serta melalui pemukiman dan aneksasi,” katanya, mengutip Anadolu Agency.

“Setiap orang harus memahami bahwa tidak ada tempat bagi warga Palestina kecuali di tanah mereka,” lanjutnya.

Bendjama juga mendesak komunitas internasional, khususnya Dewan Keamanan, untuk berbicara dengan satu suara yang kuat menentang pengungsian paksa warga Palestina.

“Tidak seorang pun di dalam ruangan ini bisa tinggal diam. Ketika rencana tersebut terungkap, diam adalah bentuk keterlibatan,” tambahnya.

Baca juga: VIDEO Momen Pengacara Israel Kehilangan Bukti saat Sidang ICJ Kasus Gaza, Sebut Ada yang Mengacak

Hamas Rilis Video 4 Sandera Militer Israel yang Ditangkap Tahun 2014: Waktu Hampir Habis

Brigade Al-Qassam, sayap militer Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) menerbitkan pesan video yang ditujukan kepada keluarga sandera Israel.

Dalam video berjudul "Waktu hampir habis" itu menampilkan empat sandera militer yang ditangkap oleh Hamas.

"10 tahun telah berlalu sejak ditangkapnya 4 tentara Israel di Jalur Gaza pada tahun 2014, yaitu Hadar Goldin, Shaul Aron, Avira Mengistu, dan Hisham Al-Sayyed," tulis Brigade Al-Qassam dalam video itu, Sabtu (13/1/2024).

Ia juga memperingatkan keluarga sandera bahwa Netanyahu berbohong tentang upaya untuk menyelamatkan mereka hingga mereka seolah terlupakan begitu saja.

"Pada tahun 2014, pemerintahan Benjamin Netanyahu mengabaikan anak-anak Anda dan tidak mengembalikan mereka, dan sayangnya kontak dengan sel yang bertanggung jawab atas mereka terputus," lanjutnya.

Brigade Al-Qassam mengatakan mereka berhasil menangkap puluhan tentara Israel setelah meluncurkan Operasi Badai Al-Aqsa.

“Pada 7 Oktober 2023, kami menangkap puluhan tentara Israel, dan komunikasi masih ada di tangan kami,” katanya.

Kelompok itu menilai Netanyahu tidak berniat mengembalikan sandera kepada keluarga mereka.

"Di masa lalu, dan sekarang lagi, Netanyahu dan pemerintahannya tidak tertarik dengan kembalinya anak-anak dan orang-orang yang Anda cintai. Jangan lupa... waktu berlalu dan memudar," lanjutnya, dikutip dari Al Jazeera.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved