Perang Gaza
Gaza 24 Jam Terakhir: Pertempuran Sengit di Khan Yunis, Pengungsi Kelaparan, AS Inginkan Sandera
Pertempuran masih berlangsung antara pejuang Hamas dan faksi perlawanan Pelestina lainnya di berbagai tempat.
SERAMBINEWS.COM - Invasi militer Israel ke Jalur Gaza telah memasuki 100 hari sejak 7 Oktober 2023.
Sejauh ini belum ada tanda-tanda perang akan berakhir.
Pertempuran masih berlangsung antara pejuang Hamas dan faksi perlawanan Pelestina lainnya di berbagai tempat.
Berikut ini perkembangan terakhir yang terjadi selama 24 jam di Gaza dan wilayah Tepi Barat yang diduduki dikutip Serambinews.com dari outlet berita Al Jazeera.
Baca juga: 100 Hari Perang Gaza, Pejuang Hamas Lumpuhkan 1000 Kendaraan Militer Israel
Eskalasi di Tepi Barat “berjalan seiring dengan perang Gaza”, kata Wasel Abu Yousef dari Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) setelah lima warga Palestina dibunuh oleh pasukan Israel pada hari Minggu di wilayah pendudukan.
Gaza telah mengalami pemadaman telekomunikasi selama lebih dari 48 jam ketika Paltel mengatakan dua karyawannya tewas ketika mencoba memulihkan layanan.
Serangan AS di Yaman tidak akan menghentikan Houthi untuk menargetkan kapal-kapal yang terkait dengan Israel di Laut Merah, kata juru bicara Houthi Mohammed Abdulsalam.
Setidaknya 23.968 orang telah tewas dan lebih dari 60.582 orang terluka dalam serangan Israel di Gaza sejak 7 Oktober.
Jumlah korban tewas di Israel akibat serangan Hamas 7 Oktober mencapai 1.139 orang.
Pertempuran hebat di Khan Younis
Suara tembakan hebat terdengar di Khan Younis di Gaza malam ini ketika bentrokan antara pejuang Palestina dan pasukan Israel terus berlanjut, menurut video yang dibagikan oleh jurnalis Ramy Toima dan diverifikasi oleh Al Jazeera.
Video lain yang dibagikan oleh jurnalis Abdelrahman Alkahlout menunjukkan beberapa suar menerangi langit malam di Khan Younis saat drone terdengar terbang di atas.
AS ‘tidak akan beristirahat’ sampai sandera yang tersisa dibebaskan
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken ikut menyerukan pembebasan sisa tawanan yang ditahan di Gaza pada hari ke-100 sejak mereka disandera oleh Hamas.
“100 hari penahanan di Gaza terlalu lama,” kata Blinken dalam sebuah postingan di X.
“Amerika Serikat tidak akan beristirahat sampai seluruh sandera yang tersisa, termasuk enam orang Amerika, dipertemukan kembali dengan orang yang mereka cintai,” tambahnya.(*)
Gaza 24 Jam Terakhir
Perang Gaza
Gaza
Jalur Gaza
pertempuran sengit
Khan Younis
Serambi Indonesia
Serambinews
| Armada Sumud Dekati Gaza, Angkatan Laut hingga Drone 3 Negara Kawal Kapal Bantuan |
|
|---|
| 20 Poin Kesepatakan Trump & Netanyahu, TNI Siap Dikerahkan ke Gaza? |
|
|---|
| Tuai Pro Kontra Internasional, Siapa Tony Blair yang Disebut Bakal Pimpin Transisi Gaza? |
|
|---|
| IDF Semakin Bar-bar, 48 Ribu Warga Gaza Terpaksa Mengungsi, Israel Buka Rute Baru Selama 48 Jam |
|
|---|
| Ungkap 9 Langkah Hentikan Genosida di Gaza, Spanyol Embargo Senjata dan Minyak Israel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Tentara-Israel-IDF-mengevakuasi-rekan-mereka-yang-terluka-dalam-pertempuran-di-Gaza.jpg)