Jumat, 17 April 2026

Kajian Islam

Anda Mimpi Buruk? Segera Baca Doa Ini Sebagaimana Diajarkan Rasulullah

Doa mimpi buruk, jangan cemas ketika terbangun dan lakukan amalan ini sebagaimana hadits Rasulullah Saw yang telah mengajarkan kepada para sahabat.

Penulis: Sara Masroni | Editor: Mursal Ismail
Unsplash/Shane
ILUSTRASI - Doa ketika mimpi buruk, lengkap dengan amalan Rasulullah Saw sebelum tidur agar tidak diganggu setan. 

Rasulullah Saw mengumpulkan kedua telapak tangannya, kemudian dibacakan tiga surah tadi dan ditiupkan ke tangan, lalu mengusapkannya ke seluruh anggota tubuh mulai dari kepala, wajah dan tubuh bagian depan.

Hal ini dilakukan sebanyak tiga kali sebelum tidur sebagaimana hadis riwayat Bukhari nomor 5017.

Keempat, sebelum tidur memperbanyak zikir sebagaimana hadis yang diriwayatkan dari Aisyah R.A.

“Apabila kalian berdua hendak tidur, maka bertakbirlah kepada Allah sebanyak tiga puluh tiga kali, bertasbihlah sebanyak tiga puluh tiga kali, dan bertahmidlah sebanyak tiga puluh empat, dan ini semua lebih baik buat kalian berdua dari seorang pelayan” (HR. Bukhari Nomor 5843).

Kelima tentunya yakni membaca doa sebelum tidur "Allahumma bismika ahya wa bismika amut (aa Allah, dengan nama-Mu aku hidup dan mati)."

Dan jika bangun tidur membaca doa "Alhamdulillahilladzi ahyana ba'da maa amatana wa ilaihinnusyur "Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah menidurkan kami, dan kepada-Nya kami akan dikumpulkan."

Doa tersebut terdapat dalam hadis riwayat Abu Dawud nomor 5049.

Baca juga: Doa Setelah Mimpi Buruk Sesuai Syariat, Agar Tak Cemas dan Dapat Perlindungan Allah Swt

Sebelum tidur juga dianjurkan membersihkan tempat tidur dan menunda aktivitas pasif tersebut sebelum salat Isya.

Demikian doa ketika mimpi buruk sesuai dengan syariat Islam dan sunah-sunah yang bisa diamalkan sebelum terlelap sebagaimana yang sudah dicontohkan Rasulullah Saw.

Mengungkap Hubungan Mimpi Buruk, Keyakinan dan Kecemasan

Sementara dilansir dari ABC News, sekelompok peneliti Australia sedang menyelidiki apakah keyakinan dan spiritualitas memengaruhi cara orang bermimpi.

Penelitian itu juga sedang menyelidiki apakah orang yang religius cenderung tidak mengalami mimpi buruk dan mimpi tentang kematian.

Dipimpin oleh University of Western Australia (UWA), penelitian ini juga akan menyelidiki apakah mimpi buruk menyebabkan sisa perasaan cemas di siang hari.

Peneliti utama sekaligus peneliti senior di Pusat Ilmu Tidur UWA, Ian Dunican mengatakan, pertanyaan penelitian ini sebagian merupakan respons terhadap menurunnya hubungan Australia dengan agama.

Sensus tahun 2021 menemukan bahwa hampir 40 persen penduduk Australia “tidak beragama”. Terjadi perbedaan amat mencolok bila dibandingkan dengan tahun 1971 yang hanya 7 persen saja.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved