Berita Banda Aceh

Persatuan Tukang Aceh Audiensi ke Polda, Minta Dilibatkan Proyek Infrastruktur, Termasuk Terkait PON

Rombongan PTA diisi oleh Ketua Umum, Isa Alima, didampingi Rudi Isnandar selaku Sekretaris Umum, Tarmizi sebagai Bendahara Umum, dan Rudi Syaputra seb

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Mursal Ismail
SERAMBINEWS.COM/NUR NIHAYATI
Ketua PTA, Isa Alima 

Rombongan PTA dihadiri oleh Ketua Umum, Isa Alima, didampingi Rudi Isnandar selaku Sekretaris Umum, Tarmizi sebagai Bendahara Umum, dan Rudi Syaputra sebagai Ketua Bagian Hukum.

Laporan Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Tukang Aceh (DPP PTA) melakukan audiensi ke Polda Aceh, Banda Aceh, Rabu (17/1/2024).

Kedatangan itu untuk bersilaturahmi sekaligus memperkenalkan organisasi yang baru terbentuk tersebut.

Rombongan PTA dihadiri oleh Ketua Umum, Isa Alima, didampingi Rudi Isnandar selaku Sekretaris Umum, Tarmizi sebagai Bendahara Umum, dan Rudi Syaputra sebagai Ketua Bagian Hukum.

Kedatangan rombongan PTA itu disambut Dirbinmas Polda Aceh, Kombes Pol Drs Sugeng Hadi Sutrisno.  

Ketua PTA, Isa Alima, menyampaikan tujuan PTA untuk beraudensi dengan Polda Aceh guna bersilaturahmi dengan salah satu unsur Forkopimda Aceh, serta memohon agar Polda Aceh dapat menjadi pembina organisasi PTA.

Katanya, PTA berkeinginan agar para tukang yang ada di Aceh dapat dilibatkan dalam proyek-proyek infrastruktur yang ada di Aceh,  sehingga dapat membantu perekonomian para tukang dan mengurangi pengangguran.

Baca juga: Niat Racuni Hamas, Gas Beracun IDF Bunuh Tawanan Israel, Keji Seperti Cara NAZI

Isa Alima menjelaskan, pihak Polda Aceh memberikan dukungan kepada PTA.

Mereka juga berterima kasih kepada PTA yang telah berkomunikasi dengan Polda Aceh sebagai bagian dari Forkopimda Aceh.

Katanya, pihak Polda mendukung PTA dapat berpartisipasi di Aceh, khususnya pada saat ini, karena sedang banyak pembangunan untuk persiapan PON XXI/2024 Aceh–Sumut.

“PTA diharapkan juga berkomunikasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Kependudukan Aceh serta kontraktor besar yang ada di Aceh, paling tidak dapat menjadi subkontraktor,” terang Isa. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved