Berita Bireuen
Masyarakat Kuala Ceurape Bireuen Kampanye Lawan Politik Uang
Berdasarkan kesepakatan bersama, mereka mengambil dana desa untuk mencetak dua baliho sebagai bentuk kampanye menyerukan anti politik uang
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Sejak beberapa waktu lalu memasuki masa kampanye pemilu 2024, masyarakat Desa Kuala Ceurape, Jangka Bireuen juga ikut kampanye.
Namun, kampanye yang dilaksanakan warga setempat bukan atas nama partai tertentu dan caleg tertentu.
Tapi mereka kampanye melawan politik uang atau (money politic) pemilu 2024.
Keuchik Desa Kuala Ceurape, Anwar kepada Serambinews.com, Minggu (21/1/2024) mengatakan, politik uang saat musim kampanye bukanlah hal baru dalam perpolitikan, apalagi menjelang Pemilu 2024 di Indonesia.
Banyak pihak yang terpengaruh untuk menerimanya, dengan berdalih memanfaatkan dan ada juga yang beranggapan kesempatan.
Baca juga: Hindari Politik Uang, Ini Tujuh Rekomendasi Muzakarah Ulama Aceh Barat
Anwar menyebutkan, beberapa waktu lalu mereka mengikuti pertemuan dengan GeRAK, KIP, Kejaksaan dan Polres Bireuen maupun Bawaslu yang mengupas tentang pendidikan politik dan juga larangan politik uang.
Kemudian, salah seorang warga bernama Furqan menyampaikan ide agar gerakan masyarakat menolak uang dibuat dalam bentuk baliho.
Maka masyarakat sepakat dan membuat dua spanduk besar dipasang di dekat pintu gerbang meunasah.
Anwar yang didampingi sejumlah warga menambahkan, pemerintahan desa Kuala Ceurape dan masyarakat berkomitmen untuk tegas menolak politik uang.
Berdasarkan kesepakatan bersama, mereka mengambil dana desa untuk mencetak dua baliho sebagai bentuk
kampanye menyerukan anti politik uang.
Baca juga: Hendak Tawuran Depan Puswil Banda Aceh, Pelaku Bacok Pengendara dan Orang di Warkop Pakai Sajam
Beberapa kalimat yang terlihat, bertulis dalam bahasa Aceh yaitu “Lheuh keunong penjara, tamah tamong nuraka. Awak jok dan nyang teurimong politik peng, ka dipreh le setan lam Nuraka” (Setelah masuk penjara, ditambah masuk neraka. Orang yang memberi dan menerima politik uang, sedang ditunggu oleh setan di neraka).
Satu baliho lainnya yang menyampaikan terkait enam bahaya politik uang, bertujuan untuk memberi edukasi kepada pemilih.
Amatan Serambinews.com, dua baliho besar dipasang di dekat pintu gerbang meunasah, selain itu ada juga baliho milik para caleg di kawasan desa tersebut.
Desa Kuala Ceurape, salah satu desa pesisir di Jangka saat ini berpenduduk 924 jiwa tersebar di empat dusun yaitu Dusun Peutua Hajad, Dusun Neuheun, Dusun Aron Brek dan Dusun Pasi.
Keuchik Anwar mengatakan, dengan adanya baliho tersebut diharapkan kesadaran berpolitik lebih baik dan masyarakat tidak terpengaruh dengan iming-iming uang. (*)
Baca juga: Politik Uang di Negeri Syariat
| Fraksi PA Berharap Jaringan PDAM Krueng Peusangan Bireuen Diperluas, Ini Pandangan Fraksi Lainnya |
|
|---|
| Fraksi Golkar Sebut Penyertaan Modal ke PDAM Krueng Peusangan dapat Tingkatkan PAD |
|
|---|
| SMPS Ummul Ayman Samalanga Tegaskan Perpisahan Digelar Sederhana di Dayah |
|
|---|
| 33 Dosen UNIKI Lolos Pendanaan Hibah Kemendikti Saintek |
|
|---|
| Para Kepala Sekolah di Bireuen Dilarang Menggelar Wisuda Kelulusan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dua-baliho-berisi-pesan-larangan-politik-uang-dipasang-di-dekat-pintu-gerbang-meunasah.jpg)