Selasa, 14 April 2026

Berita Bireuen

SMPS Ummul Ayman Samalanga Tegaskan Perpisahan Digelar Sederhana di Dayah

SMPS Ummul Ayman Samalanga menggelar perpisahan sederhana di akhir semester, hanya diikuti siswa dan guru.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
PERPISAHAN SISWA - Azhari, SPd selaku Kepala SMPS Ummul Ayman Samalanga, Bireuen menegaskan bahwa pihaknya menggelar perpisahan dan wisuda siswa secara sederhana dalam kompleks dayah. 

Ringkasan Berita:
  • SMPS Ummul Ayman Samalanga menggelar perpisahan sederhana di akhir semester, hanya diikuti siswa dan guru.
  • Acara berlangsung di lingkungan dayah sesuai edaran Disdikbud yang melarang wisuda bagi sekolah swasta.
  • Dengan 1.258 siswa yang juga santri, sekolah menekankan keseimbangan pendidikan formal dan agama dalam kegiatan sehari-hari.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sekolah Menengah Pertama Swasta (SMPS) Ummul Ayman yang berada di Kompleks Dayah Ummul Ayman Samalanga, Bireuen, menggelar acara perpisahan sederhana di akhir semester.

Acara ini berlangsung dalam lingkungan dayah dan hanya diikuti oleh para siswa serta guru, tanpa melibatkan kegiatan besar seperti wisuda.

Kepala SMPS Ummul Ayman, Azhari, SPd menegaskan, bahwa sekolahnya selalu mempedomani edaran dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), termasuk ketentuan larangan wisuda bagi sekolah swasta.

Menurutnya, aturan tersebut sangat bermanfaat karena mendorong sekolah untuk tetap fokus pada proses pendidikan tanpa mengadakan kegiatan seremonial yang berlebihan.

Saat ini, jumlah siswa di SMPS Ummul Ayman mencapai 1.258 orang, seluruhnya tinggal di dayah. 

Mereka menjalani aktivitas ganda, yakni belajar di sekolah pada siang hari dan menjadi santri di malam hari.

Dengan demikian, selain mendapatkan pelajaran umum sebagaimana sekolah lainnya, para siswa juga ditempa dengan pendidikan agama, termasuk belajar mengaji.

Baca juga: Disdik Aceh Larang Sekolah Adakan Perpisahan dan Tamasya ke Luar Daerah

Jadwal kegiatan diatur sedemikian rupa agar siswa mampu menyeimbangkan antara pendidikan formal dan pembelajaran agama di dayah.

Untuk mendukung proses pendidikan, sekolah memiliki 46 guru tetap yang berasal dari yayasan serta 39 guru tidak tetap. 

Kehadiran tenaga pendidik ini menjadi tulang punggung dalam membimbing siswa, baik di sekolah maupun di lingkungan dayah.

Azhari menambahkan, kegiatan perpisahan yang digelar setiap akhir semester bukanlah sebuah acara besar, melainkan bentuk kebersamaan sederhana antara guru dan siswa.

Hal ini juga menjadi momen untuk memberikan motivasi kepada siswa kelas akhir sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Dengan konsep pendidikan yang terintegrasi antara sekolah dan dayah, SMPS Ummul Ayman berupaya mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki dasar keagamaan yang kuat. 

Baca juga: Cetak 163 Sarjana Syariah Unggul: STIS Ummul Ayman Kukuhkan Lulusan HKI dan HES di Pidie Jaya

Perpisahan sederhana di lingkungan sekolah menjadi simbol kedekatan dan kebersamaan.

Sekaligus menegaskan komitmen sekolah untuk tetap fokus pada pendidikan inti sesuai aturan yang berlaku.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved