Perang Gaza
Intelijen AS: Pejuang Hamas Masih Kuat, Biden Minta Israel Ubah Taktik Perang
Perkiraan tersebut, yang pertama sejak perang, tidak mencapai tujuan yang dinyatakan Israel untuk “menghancurkan” kelompok Palestina, yang merupakan p
Pensiunan Jenderal Angkatan Darat Joseph Votel, yang sebelumnya memimpin operasi militer AS di Timur Tengah, mengatakan kepada WSJ bahwa, menurut analisisnya, Hamas masih mampu melanjutkan perjuangan meskipun mengalami kekalahan.
“Satu orang sekarang mungkin harus melakukan dua atau tiga pekerjaan,” katanya.
Bahkan di wilayah utara di mana serangan Israel telah menghancurkan sebagian besar kota, kelompok tersebut tetap tangguh, menurut WSJ.
“Hamas berusaha untuk menegaskan kembali otoritasnya dengan menempatkan kelompok kecil polisi dan layanan darurat untuk berpatroli di jalan-jalan,” tulis surat kabar itu, mengutip para pejabat Israel dan warga Palestina.
Laporan tersebut menambahkan bahwa penembakan roket oleh Hamas ke Israel dari Gaza tengah merupakan indikasi lain dari ketahanan kelompok tersebut.
Seorang perwira militer Israel juga mengatakan kepada WSJ bahwa pihak berwenang dari kementerian dalam negeri Palestina yang dikelola Hamas bahkan telah kembali ke Kota Gaza, termasuk di wilayah yang sebelumnya direbut oleh tentara Israel selama pertempuran.(*)
| Armada Sumud Dekati Gaza, Angkatan Laut hingga Drone 3 Negara Kawal Kapal Bantuan |
|
|---|
| 20 Poin Kesepatakan Trump & Netanyahu, TNI Siap Dikerahkan ke Gaza? |
|
|---|
| Tuai Pro Kontra Internasional, Siapa Tony Blair yang Disebut Bakal Pimpin Transisi Gaza? |
|
|---|
| IDF Semakin Bar-bar, 48 Ribu Warga Gaza Terpaksa Mengungsi, Israel Buka Rute Baru Selama 48 Jam |
|
|---|
| Ungkap 9 Langkah Hentikan Genosida di Gaza, Spanyol Embargo Senjata dan Minyak Israel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Brigade-Al-Qassam-sayap-militer-Hamas-di-Gaza-memegang-senjata.jpg)