Mihrab
Amalan Bulan Rajab Menurut Tgk Burhanuddin
Pengurus Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh, Tgk Burhanuddin mengatakan, sejumlah amalan dapat ditanamkan di bulan Rajab.
Penulis: Sara Masroni | Editor: Taufik Hidayat
SERAMBINEWS.COM - Pengurus Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh, Tgk Burhanuddin mengatakan, sejumlah amalan dapat ditanamkan di bulan Rajab. Pertama yakni memperbanyak doa dengan lafadz “Allahumma bariklana fi Rajaba wasya’bana wabalighna Ramadahan. Artinya, yaa Allah berkahi kami di bulan Rajab, Sya’ban dan sampaikanlah kami di bulan Ramadhan”.
“Melalui doa ini Rajab tentunya menjadi penanda bahwa Ramadhan akan segera tiba,” kata Tgk Burhanuddin kepada Serambi, Kamis (25/1/2024).
Selain doa tersebut dapat juga memperbanyak istighfar, berzikir dan memohon keampunan kepada Allah Swt. Serta terus mendoakan kepada kaum muslimin yang masih berkecamuk perang seperti Palestina, Irak, Iran, Pakistan, Yaman dan Sudan. “Semoga Allah memberikan kemenangan dan keamanan,” katanya.
Kedua, amalan yang dianjurkan untuk disemai di bulan Rajab ini adalah memperbanyak puasa sunnah, baik puasa senin kamis, puasa ayyamul bidh, dan puasa sunnah 3 hari awal dan akhir bulan rajab.
Secara psikologi tentunya berpuasa sunnah di bulan Rajab ini untuk membangun kebiasaan berpuasa, sebagaimana perumpamaan latihan sebelum bertanding. Ibaratnya Ramadhan nantinya adalah turnamen puasa, maka orang sudah terbiasa berlatih melalui puasa sunnah dua bulan sebelum Ramadhan akan sangat siap untuk menikmati hari-hari di bulan tersebut.
Ketiga, Rajab sebagai bulan terjadinya peristiwa Isra Mi’raj yang merupakan bulan “ulang tahunnya” perintah shalat lima waktu. Selayaknya sebagaimana sebuah peristiwa bersejarah sebaiknya di bulan ini kembali diulang kaji terkait hal-hal yang dapat memperbaiki kualitas shalat, mulai dari memahami syarat dan rukun shalat, sah batalnya, bagaimana menumbuhkan kekhusyukan dalam shalat, memahami setiap bacaan dan gerakan shalat hingga memaknai bahwa shalatlah yang dapat mendorong kaum muslimin untuk tercegah dari perbuatan keji dan mungkar.
“Sejatinya dibulan ini adalah kesempatan untuk mengupgrade kesadaran kita tentang kewajiban shalat dan menginternalisasi nilai-nilai ubudiyah yang terdapat dalam ibadah shalat dalam kehidupan kita sehari-hari,” kata Tgk Burhanuddin.
Keempat, amalan yang dapat diperbanyak di bulan Rajab adalah bersedekah, bukan hanya materi berupa uang dan barang saja. Namun bisa juga bersedekah dengan kebaikan dari perilaku yang ditunjukkan.
“Seperti di zaman digital ini dapat lebih teliti untuk membagikan hal-hal yang bermanfaat dan bernilai saja di media sosial, mengajak dan mengingatkan orang lain untuk sama-sama berbuat kebaikan, membiasakan membuang sampah pada tempatnya, membiasakan hidup sehat dan bersih serta lain sebagainya. Itu semuanya merupakan amalan yang bernilai bersedekah jika diniatkan karena Allah Sw,” pungkasnya.
(Serambinews.com/Sara Masroni)
BACA BERITA SERAMBI LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.