Senin, 11 Mei 2026

Kajian Islam

Keutamaan Puasa Sunnah di Bulan Syaban, Buya Yahya: Tanpa Ada Ketentuan Hari dan Tanggal

Buya Yahya menegaskan, puasa di bulan ini dianjurkan dan dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW.

Tayang:
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Muhammad Hadi
YOUTUBE/AL-BAHJAH TV
Buya Yahya 

SERAMBINEWS.COM - Umat Islam akan memasuki bulan Syaban 1447 H pada 20 Januari 2026. 

Bulan Syaban menjadi momen penting untuk mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadhan, pada bulan ini pula, menjadi waktu utama untuk melaksanakan puasa sunnah.

Bulan Syaban memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Selain menjadi penghubung antara Rajab dan Ramadhan, bulan ini juga merupakan waktu terbaik untuk melatih diri memperbanyak ibadah sebelum memasuki bulan suci. Hal tersebut disampaikan oleh ulama kharismatik Buya Yahya dalam salah satu ceramahnya.

Buya Yahya menjelaskan, Syaban bukan sekadar bulan biasa, melainkan pintu menuju Ramadhan. Orang yang bersungguh-sungguh menghidupkan ibadah di bulan ini, menurutnya, akan menuai kemudahan dan keberkahan saat Ramadhan tiba.

“Bulan Syaban adalah bulan latihan. Siapa yang membiasakan diri beribadah dengan sungguh-sungguh di bulan ini, insyaallah akan sukses di bulan Ramadhan,” ujar Buya Yahya dikutip dari YouTube Al Bahjah TV, Senin (19/1/2026).

Baca juga: Besok Masuk Bulan Syaban 1447 H, Ustaz Adi Hidayat Ingatkan Amalan Ini sebagai Persiapan Ramadhan

Puasa Sunnah di Bulan Syaban

Salah satu amalan utama di bulan Syaban adalah puasa sunnah.

Buya Yahya menegaskan, puasa di bulan ini dianjurkan dan dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW.

Berdasarkan hadis sahih riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Sayidah Aisyah RA, Rasulullah SAW tidak pernah berpuasa dalam satu bulan lebih banyak selain Ramadhan, kecuali di bulan Syaban.

Bahkan dalam beberapa riwayat disebutkan, Nabi hampir berpuasa penuh di bulan tersebut.

“Puasa Syaban adalah latihan agar ketika Ramadhan datang, tubuh dan jiwa kita sudah terbiasa,” jelasnya.

Namun demikian, Buya Yahya menekankan bahwa tidak ada penentuan hari khusus dalam Syaban untuk berpuasa.

Baca juga: Amalan Sebelum Tidur ala Buya Yahya, Dibaca Nabi untuk Cucunya: Insyaallah Terlindung dari Gangguan

Semua hari di bulan Syaban boleh diisi dengan puasa sunnah tanpa mengkhususkan tanggal tertentu.

Bulan yang Sering Dilalaikan Manusia

Buya Yahya juga mengutip hadis dari Usamah bin Zaid RA, di mana Rasulullah SAW menyebut Syaban sebagai bulan yang sering dilalaikan manusia karena berada di antara Rajab dan Ramadhan.

“Di bulan inilah amal-amal diangkat kepada Allah, dan Rasulullah ingin amalnya diangkat dalam keadaan berpuasa,” kata Buya Yahya menukil hadis tersebut.

Keutamaan Malam Nisfu Syaban

Selain puasa, Buya Yahya membahas keutamaan malam Nisfu Syaban yang kerap menimbulkan perbedaan pandangan di tengah masyarakat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved