Berita Banda Aceh
Perkuat Kerja Sama Internasional, USK dan PSU Thailand Gelar Workshop Data Science
Selanjutnya, melalui workshop ini, peneliti statistisi muda diharapkan dapat melangkah lebih maju dalam pemahaman dan keterampilan mereka di bidang...
Penulis: Jamaluddin | Editor: Nurul Hayati
Selanjutnya, melalui workshop ini, peneliti statistisi muda diharapkan dapat melangkah lebih maju dalam pemahaman dan keterampilan mereka di bidang penelitian kesehatan, khususnya Tuberkulosis.
Laporan Jamaluddin I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Jurusan Statistika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh bersama Departemen Epidemiologi Fakultas Kedokteran Universitas Prince of Songkla (PSU), Thailand, menyelenggarakan kegiatan bersama dalam bentuk "Workshop Tuberkulosis: Data Science for Tuberculosis Research."
Workshop ini dirancang dengan tujuan meningkatkan keterampilan analisis data Tuberkulosis (TB) bagi peneliti muda.
Workshop ini, didukung penuh oleh kedua belah pihak yang didanai oleh The Fogarty International Center of the National Institutes of Health (NIH) No D43TW009522.
Dalam konteks ini, penerapan teknik analisis data sciences dianggap sebagai alternatif yang efektif untuk memperkirakan dan meramalkan situasi di masa mendatang, sejalan dengan upaya keseluruhan dalam memberantas TB.
Panitia Prodi Statistik USK, Prof Dr Zurnila Marli Kesuma SSi MSc, kepada Serambinews.com, mengatakan, workshop itu berlangsung tiga hari, 29 hingga 31 Januari 2024 di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh.
Jadwal workshop, sebut Prof Zurnila, mencakup penyampaian materi secara teoritis dan praktis yang akan membekali peserta dengan pengetahuan yang mendalam tentang penelitian Tuberkulosis menggunakan metode Data Science.
Workshop tersebut dibuka Dekan FMIPA USK, Prof Dr Taufik Fuadi Abidin SSi MTech, dan Profesor Virasakdi Chongsuvivatwong dari PSU Thailand manyampaikan kata sambutan secara online.
Baca juga: Polresta Jalin Kerjasama dengan USK dan UIN Terkait Penyelesaian Kamtibmas
Pembukaan workshop itu dihadiri akademisi dan praktisi seperti perwakilan dari Dinas Kesehatan Aceh, Institute of Statistics for Socio Ecological Development (ISSED), Solusi Statistika (SoStat), dan perwakilan lembaga lainnya.
Pemateri workshop berasal dari kalangan akademisi, peneliti, dan profesional yang berpengalaman yaitu Dr Thammasin Ingviya, Dr Wit Wichaidit, Mr Kanakorn Horsiritham, Mr Wisanuwee Suriyaamorn, dan Mr Chanavee Toh dari PSU, Thailand.
Peserta workshop terdiri atas 25 orang yang berasal dari mahasiswa dan alumni Jurusan Statistika Universitas Syiah Kuala, serta peneliti muda yang bekerja di sektor kesehatan.
Peserta workshop tersebut sudah memiliki keterampilan dasar serta pengalaman dalam menganalisis data menggunakan perangkat lunak R yang open source dalam menganalisis data Tuberkulosis.
Sebagai infromasi, kolaborasi antara USK dan PSU bukanlah sesuatu yang baru.
Kedua institusi pendidikan ini sudah mengembangkan kemitraan yang kokoh, tidak hanya melalui program pertukaran mahasiswa (reciprocal students exchange), pertukaran peneliti dan dosen, tapi juga dalam kolaborasi riset (research collaboration).
| Heboh Dana BTT Rp5,9 Miliar untuk Relawan Bencana, Simak Penjelasan BPBA |
|
|---|
| Tito Pastikan Percepatan Rehab Rekon Mulai Pijay hingga Tamiang, Besok Lakukan Inspeksi |
|
|---|
| BDK Aceh Didorong Jadi Ikon Integritas dan Profesionalitas ASN Kemenag |
|
|---|
| Kasatgas Ingatkan Daya Tahan Jembatan Bailey di Kuta Blang Terbatas, Maksimal 30 Ton |
|
|---|
| Tiang Pancang Dipasang, Jembatan Permanen Kuta Blang Ditargetkan Rampung 8 Bulan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Peserta-Workshop-Tuberkulosis-Data-Science-for-Tuberculosis-Research-foto-bersama-pemateri.jpg)