Jumat, 5 Juni 2026

Video

VIDEO - Harimau Masuk Perangkap di Aceh Selatan, Alami Dehidrasi dan Anemia

Dari hasil pemeriksaan, harimau tersebut mengalami dehidrasi dan anemia ditandai dengan pucatnya mucosa mulut.

Tayang:
Penulis: Ilhami Syahputra | Editor: m anshar

Laporan Ilhami Syahputra | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM,TAPAKTUAN - Tim medis dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh dan Forum Konservasi Lauser (FKL) memeriksa kesehatan terhadap Harimau Sumatera yang masuk perangkap di Desa Lawe Buluh Didi, Kecamatan Kluet Timur.

Pemeriksaan kesehatan tersebut dilakukan di Kantor Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTN) Wil I Tapaktuan, Sabtu (3/2/2024). 

Adapun tim medis yang melakukan medical cek up tersebut terdiri dari drh Rosa Rika Wahyuni, Anhar Lubis, drh Mahmudi, drh Zulius Zulkifli, dan drh Muhammad Agung Tanjung.

Tim medis BKSDA Aceh, drh Rosa Rika Wahyuni mengatakan,  berdasarkan hasil pemeriksaan, Harimau Sumatera yang terperangkap tersebut berkelamin betina dengan estimasi umur lebih kurang 3 sampai 4 tahun dengan panjang 218 cm dan berat 64,7 kg. 

Dari hasil pemeriksaan, harimau tersebut mengalami dehidrasi dan anemia ditandai dengan pucatnya mucosa mulut.

Selain itu, dalam pemeriksaan  juga terdapat parasit ditubuh Harimau, hal itu berindikasi bahwa Harimau tersebut bermain di permukiman warga.

Tim medis juga mengambil beberapa sampel yakni sempel darah, sampel DNA dan akan dilakukan pemeriksaan gejala Canine Distemper Virus (CDV).

Lebih lanjut, drh Rosa mengatakan bahwa sempel tersebut segera dilakukan uji laboratorium untuk mengetahui lebih lanjut 

Namun secara umum harimau ini tidak mengalami kondisi yang parah, kemungkinan satwa ini bisa segera dirilis kembali sesuai hasil pemeriksaan yang dilakukan.

Diketahui sebelumnya, Seekor Harimau Sumatera masuk kandang perangkap jebak yang di pasang oleh Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di Gampong Lawe Buluh Didi, Kecamatan Kluet Timur, Kabupaten Aceh Selatan, pada Jum'at (2/2/2024) sekira pukul 06.00 Wib.

Harimau sumatera tersebut sebelumnya sempat menerkam ternak Warga dan sering menampak diri di pemukiman warga. (*)

Narator: Syita

Video Editor: M Anshar

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved