Sabtu, 2 Mei 2026

Unik, Perusahaan di Korsel Berikan Bantuan Tunai Rp 1 Miliar Lebih Bagi Karyawan yang Melahirkan

Perusahaan siap memberikan bantuan tunai 100 juta won Korea (atau setara 75.000 dolar AS/setara Rp 1,17 miliar) kepada karyawan yang baru melahirkan..

Tayang:
Editor: Eddy Fitriadi
Wartakota
Ilustrasi bayi. Unik, Perusahaan di Korsel Berikan Bantuan Tunai Rp 1 Miliar Lebih Bagi Karyawan yang Melahirkan. 

SERAMBINEWS.COM - Sebuah perusahaan di Korea Selatan (Korsel), Grup Booyoung, punya cara unik untuk meningkatkan angka kelahiran di negara itu.

Perusahaan siap memberikan bantuan tunai 100 juta won Korea (atau setara 75.000 dolar AS/setara Rp 1,17 miliar) kepada karyawan yang baru melahirkan bayi.

Upaya tersebut dilakukan Booyoung untuk meningkatkan tingkat kelahiran yang sangat rendah di Korsel.

CNN menyebutkan, perusahaan tersebut, mengatakan kalau mereka akan membayar total tujuh miliar won Korea (setara 5,25 juta dolar AS) tunai kepada karyawan.

Sejauh ini, karyawan-karyawan perusahaan itu sudah memiliki total sebanyak 70 bayi sejak tahun 2021.

Perusahaan menegaskan, tunjangan tersebut akan diberikan kepada karyawan laki-laki dan perempuan, 

“Saya berharap kami akan diakui sebagai perusahaan yang berkontribusi dalam mendorong kelahiran dan kekhawatiran tentang masa depan negara ini,” kata Ketua Booyoung Group Lee Joong-keun tentang inisiatif tersebut.

Menjelaskan bahwa perusahaan bertujuan untuk meringankan beban keuangan dalam membesarkan anak-anak karyawannya melalui dukungan keuangan langsung, Joong-keun menambahkan, karyawan dengan tiga anak akan memiliki pilihan khusus untuk memilih tunjangan apa yang ingin mereka terima.

Mereka dapat memilih antara menerima “300 juta won Korea (225.000 dolar AS) dalam bentuk tunai atau perumahan sewa jika pemerintah menawarkan tanah untuk konstruksi”.

Rendahnya Tingkat Fertilitas

Inisiatif perusahaan ini muncul ketika Korea Selatan mencatat tingkat kesuburan yang sangat rendah.

Pada tahun 2022, Korea Selatan mencatat tingkat kesuburan terendah di dunia sebesar 0,78, angka yang diperkirakan akan turun menjadi 0,65 pada tahun 2025, menurut Statistik Korea.

Tingkat kesuburan mengacu pada jumlah rata-rata anak yang akan dimiliki seorang wanita seumur hidupnya.

Angka kelahiran di Korea Selatan telah menurun sejak tahun 2015.

Dalam proyeksi buruk yang dibuat pada Desember 2023, angka kelahiran di negara ini berpotensi turun hingga 0,59 pada tahun 2026, mencapai tingkat populasi yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak tahun 1970-an.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved