Senin, 4 Mei 2026

Berita Pidie

IPARI Pidie & Warga Binaan Lapas Kota Bakti Lantunkan Shalawat, Berdoa agar Pemilu Berlangsung Damai

Ketua IPARI Pidie, Tgk Mukhlisuddin menyebutkan program binaan ini rutin dilakukan setiap Selasa pagi.

Tayang:
Editor: Nur Nihayati
For Serambinews.com
Pembacaan sholawat dan berdoa di Lapas Kota Bakti, Selasa (13/2/2024) supaya Pemilu 2024 berlangsung Damai. 

Ketua IPARI Pidie, Tgk Mukhlisuddin menyebutkan program binaan ini rutin dilakukan setiap Selasa pagi.

SERAMBINEWS.COM - Ikatan Penyuluh Agama Islam Republik Indonesia (IPARI) Pidie melantunkan Shalawat Asyghil bersama Warga Binaan di Musalla Lapas Kelas II-B Kota Bakti, Pidie Pada Selasa (13/2/2024).

Hal ini sebagai bentuk terwujud Pemilu Damai 2024.

Doa Bersama dan Shalawat Asyghil dilantunkan bersama setelah kegiatan pembinasn warga Lapas oleh Penyuluh Agama Islam Pidie sebagai Program binaan rutin bersama setiap Selasa Pagi.

Ketua IPARI Pidie, Tgk Mukhlisuddin menyebutkan program binaan ini rutin dilakukan setiap Selasa pagi.

Baca juga: Ternyata Sudah Akrab dengan Bilqis, Anak Ayu Ting Ting Panggil Lettu Fardana dengan Sapaan Apa?

"Kita berkumpul di sini untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT agar Pemilu tahun ini yang akan berlangsung 14 Februari bisa berjalan dengan baik, aman dan damai sesuai harapan kita semua.

Hal ini dilakukan untuk memohon petunjuk kepada Allah SWT agar pelaksanaan pemilu tahun 2024 sesuai harapan bersama," ucapnya

Sebagaimana dimaklumi, Shalawat Asyghil memiliki sejarah panjang sejak zaman salafus Shaleh.

Shalawat Asyghil bermakna Shalawat untuk menyibukkan, atau mengalihkan. Kata (أَشْغِل) dalam bahasa Indonesia bermakna “Sibuk”.
Maksud tujuannya adalah mengalihkan perhatian orang dzalim kepada orang-orang yang dzalim juga, jangan sampai menciderai orang-orang yang baik.

Nisbat Sholawat ini kepada salah satu wali besar yang merupakan ulama beken di zamannya Sayyidina al-Imam al-Habib Ahmad Bin Umar al-Hinduan Al-Baalawi.

Disebutkan, Shalawat ini sering dibaca oleh para Ulama nusantara dalam berbagai acara istighatsah (doa bersama) serta dibaca oleh masyarakat luas di berbagai masjid, mushalla dan majelis-majelis taklim.

Munculnya Sholawat Asyghil berasal jauh pada masa akhir Dinasti Bani Umayyah yang berkuasa tahun 41 — 133 H/ 661 — 750 M dan awal berdirinya Dinasti Bani Abbasiyyah.

Pergantian tampuk kekuasaan menjadikan kehidupan politik, sosial bahkan keagamaan menjadi terguncang. Ketidak-stabilan politik berimbas kekacauan dimana-mana.

Sementara itu, Ketua Pokjaluh Prov. Aceh, Tgk Ahyar M. Gade turut diundang untuk munajah bersama Penyuluh Pidie dan Warga binasn Lapas mengatakan bahwa, Shalawat Asyghil dan Doa bersama ini dengan harapan kita semua agar pemilu berlangsung aman dan damai.

“Semoga dengan Keberkahan Shalawat Asyghil, seluruh elemen masyarakat yang ikut pada kegiatan ini diterima oleh Allah SWT sehingga pelaksanaan pemilu 2024 yang dilaksanakan Besok Rabu (14/02/2024) dapat berlangsung aman, damai agar dilaksanakan dengan sesuai aturan yang berlaku serta tidak melakukan hal-hal yang dapat mencederai pesta demokrasi nantinya, ” pungkas Ketua Pokjaluh Aceh tersebut.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved