Senin, 4 Mei 2026

Berita Pidie

Pencarian Pendulang Emas Hilang di Sungai Cot Kuala Pidie Distop, Hasil Nihil meski Pakai Drone

Pencarian terhadap pendulang emas Zainunis (29) yang hilang terseret arus Sungai Cot Kuala, Pidie, resmi dihentikan setelah lebih dari sepekan.

Tayang:
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
PENCARIAN PENDULANG EMAS - Kapolsek Mane, Iptu Fauzi memberi arahan kepada Tim SAR gabungan di pinggir Sungai Cot Kuala, Kecamatan Mane, Pidie, Minggu (26/4/2026). Operasi pencarian pendulang emas yang hilang terseret arus Sungai Cot Kuala resmi dihentikan pada Minggu (3/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Pencarian terhadap pendulang emas Zainunis (29) yang hilang terseret arus Sungai Cot Kuala, Pidie, resmi dihentikan setelah lebih dari sepekan.
  • Meski tim SAR, Basarnas, polisi, dan warga sudah melakukan pencarian intensif hingga menggunakan drone, korban tetap tidak ditemukan.
  • Warga tetap berharap jasad Zainunis suatu saat ditemukan agar keluarga memperoleh kepastian.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nazar | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI – Upaya pencarian terhadap seorang pendulang emas bernama Zainunis (29), warga Dusun Alue Lhok, Gampong Krueng Meuriam, Kecamatan Tangse, Pidie yang hilang terseret arus Sungai Cot Kuala, Kecamatan Mane, akhirnya dihentikan setelah berlangsung lebih dari sepekan.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Sabtu, 25 April 2026, sekitar pukul 13.30 WIB. 

Saat itu, tiga warga terseret arus deras Sungai Cot Kuala.

Dua di antaranya yaitu, Yatim (35), dan Armia (28), berhasil diselamatkan warga.

Sementara Zainunis tidak ditemukan hingga kini.

Lokasi kejadian berada sekitar 500 meter dari jembatan Cot Kuala di jalur Jalan Nasional Tangse–Mane.

Baca juga: Tiga Pendulang Emas Terseret Arus Sungai di Mane, Pidie, Satu Masih Hilang

Kapolres Pidie, AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK melalui Kapolsek Mane, Iptu Fauzi, SH menjelaskan, bahwa pencarian dilakukan secara intensif oleh polisi, Basarnas Aceh, SAR Pidie, serta masyarakat. 

Selama tiga hari pertama, tim menyisir aliran sungai menggunakan perahu karet.

Namun, medan yang berbahaya membuat pencarian hari ketiga dilakukan dengan bantuan drone, mulai dari jembatan Cot Kuala hingga kawasan Batee Dua.

“Pemantauan lewat drone juga tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban,” ungkap Iptu Fauzi.

Selain pencarian fisik, warga juga mendirikan tenda di tepi sungai untuk membaca Surat Yasin dan berdoa agar korban segera ditemukan. 

Meski penuh harapan, usaha tersebut belum membuahkan hasil.

Pada hari keempat, tim mengubah strategi dengan menyisir aliran sungai hingga ke Teunom, Aceh Jaya, karena Sungai Cot Kuala bermuara ke wilayah tersebut. 

Baca juga: Polisi Kerahkan Drone Cari Pendulang Emas yang Hilang Terseret Arus Sungai di Pidie

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved