Sabtu, 25 April 2026

Perang Gaza

Israel Serbu Rumah Sakit Al-Nasser di Khan Younis, Gaza, Dokter dan Staf Medis Diusir

Organisasi Kesehatan Dunia sebelumnya mengatakan setengah dari staf medis Al-Nasser telah melarikan diri.

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/Al Jazeera
Orang yang terluka (tidak) bisa mendapatkan perawatan medis yang mereka butuhkan hanya karena banyak rumah sakit tidak berfungsi, tidak ada staf khusu 

SERAMBINEWS.COM - Pasukan Israel pada Kamis menyerang rumah sakit terbesar yang masih berfungsi di Gaza ketika rekaman menunjukkan kekacauan, teriakan dan tembakan di koridor gelap yang dipenuhi debu dan asap.

Militer Israel menyebut serangan terhadap Rumah Sakit Al-Nasser “tepat dan terbatas” dan mengatakan bahwa serangan tersebut didasarkan pada informasi bahwa militan Hamas bersembunyi dan menyandera di rumah sakit tersebut, dan mungkin ada beberapa jenazah tawanan di sana.

Hamas menyebut hal itu bohong.

Otoritas kesehatan di wilayah Palestina mengatakan Israel telah mengusir pengungsi dan keluarga staf medis yang berlindung di Rumah Sakit Al-Nasser.

Baca juga: VIDEO Tentara Israel Masuk Jebakan Al Quds, Dihantam Rudal RPG dan Bom Petir di Khan Younis

Sekitar 2.000 warga Palestina tiba di kota perbatasan selatan Rafah semalam, sementara yang lain bergerak ke utara menuju Deir Al-Balah di Gaza tengah, kata mereka.

Perang dimulai pada tanggal 7 Oktober ketika Hamas mengirimkan pejuangnya ke Israel, menewaskan 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, dan menyandera 253 orang menurut penghitungan Israel.

Serangan udara dan darat Israel sejak itu telah menghancurkan Gaza yang kecil dan padat, menewaskan 28.663 orang, sebagian besar juga warga sipil, menurut otoritas kesehatan, dan memaksa hampir 2 juta penduduknya meninggalkan rumah mereka.

Badan amal medis Medicins San Frontieres mengatakan Israel menembaki rumah sakit tersebut pada dini hari, meskipun telah memberi tahu staf medis dan pasien bahwa mereka dapat tetap tinggal di sana.

“Staf medis kami harus meninggalkan rumah sakit, meninggalkan pasien,” katanya di platform media sosial X, seraya menambahkan bahwa seorang anggota stafnya ditahan di sebuah pos pemeriksaan Israel yang didirikan untuk menyaring mereka yang meninggalkan kompleks tersebut.

Pertempuran di rumah sakit terjadi ketika Israel menghadapi tekanan internasional yang semakin besar untuk menahan diri, setelah bersumpah untuk melancarkan serangan ke Rafah, tempat terakhir yang relatif aman di Gaza.

Serangan yang menghancurkan sebagian besar fasilitas medis di Gaza telah menimbulkan kekhawatiran khusus, termasuk serangan Israel terhadap rumah sakit di kota-kota lain, penembakan di sekitar rumah sakit, dan penargetan ambulans.

Ketika pemboman besar-besaran menghancurkan sebagian besar kawasan pemukiman dan memaksa sebagian besar orang meninggalkan rumah mereka, rumah sakit dengan cepat menjadi fokus bagi para pengungsi yang mencari perlindungan di sekitar bangunan yang mereka anggap lebih aman.

Israel menuduh Hamas secara teratur menggunakan rumah sakit, ambulans dan fasilitas medis lainnya untuk tujuan militer, dan telah menyiarkan rekaman yang diambil oleh pasukannya yang menunjukkan terowongan berisi senjata di bawah beberapa rumah sakit.

Militer Israel mengatakan pihaknya menangkap berbagai tersangka di Rumah Sakit Al-Nasser dan operasinya di sana terus berlanjut.

Pejabat senior Hamas Sami Abu Zuhri mengatakan Israel berbohong tentang Al-Nasser seperti halnya rumah sakit lain.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved