Rabu, 22 April 2026

Perang Gaza

Rumah Sakit di Gaza Selatan Diserang, 70 Staf Ditangkap di Kompleks Medis Nasser

Empat belas pasien dievakuasi dari rumah sakit pada hari Minggu oleh Organisasi Kesehatan Dunia dan negosiasi sedang dilakukan dengan pasukan Israel y

Editor: Ansari Hasyim
Tangkapan layar Twitter
Tentara zionis Israel telah menahan Dokter Atef al-Hout, direktur Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis. Dokter Atef al-Hout ditahan untuk diinterogasi ketika tentara Israel melanjutkan penyerangan ke rumah sakit Nasser yang berada di Khan Younis tersebut. 

SERAMBINEWS.COM - Sebanyak 107 warga Palestina tewas dan 145 lainnya terluka dalam serangan Israel di Gaza antara Minggu dan Senin.

Sementara jumlah korban tewas di wilayah yang dilanda perang itu melampaui 29.000 orang, dan lebih dari 69.000 warga Palestina terluka, menurut laporan PBB.

Pasukan Israel menangkap 70 staf medis di kompleks Rumah Sakit Nasser di Khan Younis pada hari Minggu di mana delapan pasien meninggal karena kekurangan oksigen, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan mengutip Kementerian Kesehatan Gaza.

Orang-orang memeriksa kerusakan di sebuah ruangan setelah pemboman Israel di rumah sakit Nasser di Khan Yunis di Jalur Gaza selatan pada 17 Desember 2023, di tengah pertempuran yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok militan Palestina Hamas.
Orang-orang memeriksa kerusakan di sebuah ruangan setelah pemboman Israel di rumah sakit Nasser di Khan Yunis di Jalur Gaza selatan pada 17 Desember 2023, di tengah pertempuran yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok militan Palestina Hamas. (STRINGER / AFP)

Empat belas pasien dievakuasi dari rumah sakit pada hari Minggu oleh Organisasi Kesehatan Dunia dan negosiasi sedang dilakukan dengan pasukan Israel yang menyerukan evakuasi semua pasien yang tersisa dari kompleks tersebut, lapor OCHA.

Baca juga: Netanyahu Sebut Negara Palestina akan Membahayakan Israel, Ingin Kontrol Penuh Gaza dan Tepi Barat

Situasi di Rumah Sakit Al Amal milik Khan Younis juga kritis setelah dikepung Israel selama 28 hari.

Makanan hampir habis dan bahan bakar hampir habis untuk menghasilkan listrik agar pasien berisiko tinggi tetap hidup, catat PBB dalam laporan singkat terbarunya.

Pada hari Minggu, lantai tiga rumah sakit tersebut rusak akibat tembakan artileri dan ruang perawatan pusatnya hancur, kata OCHA mengutip Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina.

Baca juga: Hari Ke-136 Perang Gaza - PBB Khawatir akan Terjadi Ledakan Kematian Anak-anak di Gaza

Rumah Sakit Al-Aqsa berada dalam situasi yang mengerikan karena berjuang untuk mengatasi korban jiwa akibat serangan Israel

Rumah Sakit Al-Aqsa di Deir el-Balah di Gaza tengah, satu-satunya rumah sakit yang berfungsi di wilayah tersebut, kewalahan karena harus berjuang untuk merawat korban yang semakin banyak yang tiba di fasilitas tersebut akibat serangan Israel.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved