Kamis, 9 April 2026

Berita Luar Negeri

Intelijen Rusia Komentari Pilot Helikopter Pengkhianat Ditembak Mati, Kremlin: Bukan Agenda Putin

Badan Intelijen Rusia, Maksim Kuzminov pantas mendapat ganjaran tersebut karena ulahnya yang mengkhianati negara.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/IST
Maxim Kuzminov (28), pilot helikopter Rusia yang membelot ke Ukraina pada Agustus 2023. 

Intelijen Rusia Komentari Pilot Helikopter Pengkhianat yang Ditembak Mati: Dia Pantas Mendapatkannya

SERAMBINEWS.COM - Kepala Badan Intelijen Rusia, Sergei Naryshkin angkat bicara terkait kabar kematian pilot helikopter Rusia yang melakukan pengkhianatan dengan membelot ke Ukraina.

Dia mengatakan, Maksim Kuzminov pantas mendapat ganjaran tersebut karena ulahnya yang mengkhianati negara.

Kuzminov merupakan pilot helikopter Rusia yang membelot ke Ukraina pada Agustus 2023 dan baru-baru ini ditembak mati di sebuah negara Eropa.

Informasi tersebut dimuat oleh media Spanyol pada Senin (19/2/2024) dengan mengutip sumber penyidik pihak berwenang di negara itu.

Pilot Kuzminov ditembak mati pada 13 Februari 2024 di kota Villajoyosa di pantai timur Spanyol.

“Rusia memiliki tradisi untuk tidak menjelek-jelekkan seseorang yang telah meninggal, namun pengkhianat ini dianggap mati ketika dia berencana melakukan tindakan mengerikan seperti itu,” kata Naryshkin pada Selasa (20/2/2024), merujuk pada kabar kematian Kuzminov, dikutip dari 24h.com

Pada hari yang sama, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa Moskow memiliki informasi tentang kematian pilot Kuzminov di Spanyol.

Namun secara tegas mengatakan bahwa kematian tersebut "tidak ada dalam agenda" Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Baca juga: TRAGIS! Pilot Rusia Pengkhianat yang Membelot ke Ukraina dengan Helikopter MI-8 Ditembak Mati

Ini adalah pertama kalinya para pejabat Rusia angkat bicara setelah Direktorat Jenderal Intelijen Pertahanan Ukraina (GUR) mengkonfirmasi bahwa Kuzminov tewas dalam penembakan di kota Villajoyosa di provinsi Alicante, Spanyol.

“Kami dapat memastikan kebenaran mengenai kematiannya,” kata juru bicara Badan Intelijen Militer Ukraina (GUR), Andrey Yusov.

Agustus lalu, Kuzminov menarik perhatian ketika ia mmenerbangkan helikopter militer Mi-8 Rusia untuk membelot ke Ukraina.

Pejabat Kiev menganggap ini sukses besar karena mereka memperoleh helikopter Mi-8 Rusia yang utuh.

Setelah pembelotan, Kuzminov menerima USD 500.000 dari Kiev.

Tidak jelas mengapa Kuzminov pindah ke Spanyol.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved