Berita Luar Negeri
Intelijen Rusia Komentari Pilot Helikopter Pengkhianat Ditembak Mati, Kremlin: Bukan Agenda Putin
Badan Intelijen Rusia, Maksim Kuzminov pantas mendapat ganjaran tersebut karena ulahnya yang mengkhianati negara.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
Intelijen Rusia Komentari Pilot Helikopter Pengkhianat yang Ditembak Mati: Dia Pantas Mendapatkannya
SERAMBINEWS.COM - Kepala Badan Intelijen Rusia, Sergei Naryshkin angkat bicara terkait kabar kematian pilot helikopter Rusia yang melakukan pengkhianatan dengan membelot ke Ukraina.
Dia mengatakan, Maksim Kuzminov pantas mendapat ganjaran tersebut karena ulahnya yang mengkhianati negara.
Kuzminov merupakan pilot helikopter Rusia yang membelot ke Ukraina pada Agustus 2023 dan baru-baru ini ditembak mati di sebuah negara Eropa.
Informasi tersebut dimuat oleh media Spanyol pada Senin (19/2/2024) dengan mengutip sumber penyidik pihak berwenang di negara itu.
Pilot Kuzminov ditembak mati pada 13 Februari 2024 di kota Villajoyosa di pantai timur Spanyol.
“Rusia memiliki tradisi untuk tidak menjelek-jelekkan seseorang yang telah meninggal, namun pengkhianat ini dianggap mati ketika dia berencana melakukan tindakan mengerikan seperti itu,” kata Naryshkin pada Selasa (20/2/2024), merujuk pada kabar kematian Kuzminov, dikutip dari 24h.com
Pada hari yang sama, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa Moskow memiliki informasi tentang kematian pilot Kuzminov di Spanyol.
Namun secara tegas mengatakan bahwa kematian tersebut "tidak ada dalam agenda" Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Baca juga: TRAGIS! Pilot Rusia Pengkhianat yang Membelot ke Ukraina dengan Helikopter MI-8 Ditembak Mati
Ini adalah pertama kalinya para pejabat Rusia angkat bicara setelah Direktorat Jenderal Intelijen Pertahanan Ukraina (GUR) mengkonfirmasi bahwa Kuzminov tewas dalam penembakan di kota Villajoyosa di provinsi Alicante, Spanyol.
“Kami dapat memastikan kebenaran mengenai kematiannya,” kata juru bicara Badan Intelijen Militer Ukraina (GUR), Andrey Yusov.
Agustus lalu, Kuzminov menarik perhatian ketika ia mmenerbangkan helikopter militer Mi-8 Rusia untuk membelot ke Ukraina.
Pejabat Kiev menganggap ini sukses besar karena mereka memperoleh helikopter Mi-8 Rusia yang utuh.
Setelah pembelotan, Kuzminov menerima USD 500.000 dari Kiev.
Tidak jelas mengapa Kuzminov pindah ke Spanyol.
Pada 19 Februari, polisi Spanyol mengonfirmasi bahwa mayat seorang pria ditemukan pada 13 Februari di kota Villajoyosa, Spanyol selatan.
Banyak luka tembak di tubuh pria ini.
Baca juga: Intelijen AS Memprediksi Rusia akan Tempatkan Senjata Nuklir di Ruang Angkasa
Awalnya, polisi Spanyol mengidentifikasi korban sebagai warga negara Ukraina berusia 33 tahun.
Namun, polisi kini punya alasan untuk meyakini bahwa jasad tersebut adalah Maksim Kuzminov, mantan pilot militer Rusia.
Kantor berita Spanyol, EFE, melaporkan bahwa Maksim Kuzminov ditembak enam kali dan ditabrak mobil.
Surat kabar Spanyol lainnya, La Informacion melaporkan bahwa polisi telah mengidentifikasi dan mencari dua tersangka pembunuhan Maksim Kuzminov.
Kedua tersangka melarikan diri dari tempat kejadian dengan mobil dan membakar kendaraannya di sebuah kota dekat Villajoyosa.
Polisi menduga kedua tersangka menggunakan mobil yang sama untuk menabrak Villajoyosa.
Diberitakan sebelumnya, seorang pilot Rusia yang membelot ke Ukraina mendapat hadiah uang sebesar 500 ribu dolar AS atau sekitar Rp 7,6 miliar.
Hal ini usai pilot Rusia tersebut membawa satu unit helikopter Mi-8 untuk militer Ukraina.
Juru bicara intelijen militer Ukraina, Andry Yusov menyebut pilot Rusia itu akan dibayar dengan mata uang Ukraina, hrynia.
Baca juga: Militer Ukraina Mulai Ketakutan, Rusia Lakukan Serang Menggunakan Rudal Hipersonik 3M22 Zircon
Ia pun meminta personel militer Rusia lain ikut membelot ke Ukraina.
“Sekali lagi, orang-orang Rusia yang tak mau menjadi penjahat perang tolong menyerah, membelot ke pihak Ukraina dan pertahankan martabat serta akal sehat Anda, lawan rezim Putin,” ujar Yusov dikutip dari Al Jazeera, Kamis (7/9/2023).
Pilot Rusia yang membawa hadiah helikopter Mi-8 untuk Kiev diketahui bernama Maxim Kuzminov.
Pembelotan Kuzminov dilaporkan secara luas oleh media-media Ukraina.
Intelijen Ukraina sendiri telah menyampaikan permintaan terbuka kepada pilot-pilot Rusia sejak Agustus 2022 lalu.
Kuzminov dilaporkan menerbangkan helikopternya bersama dua kru ke Kharkiv, Ukraina.
Di lokasi pendaratan, pasukan khusus Ukraina telah menunggu mereka.
Dua rekan Kuzminov yang berada di helikopter disebut tidak tahu rencana pengkhianatan Kuzminov.
Mereka pun menolak menyerah kemudian ditembak mati pasukan Ukraina.
Helikopter yang dibawa Kuzminov dilaporkan turut membawa suku cadang jet-jet tempur Rusia.
Pengkhianatan Kuzminov disebut menambah aset berharga militer Ukraina. (Serambinews.com/Agus Ramadhan)
Rusia
intelijen Rusia
Pilot
helikopter
Helikopter MI-8
Ukraina
Kremlin
Vladimir Putin
Serambi Indonesia
Serambinews
| Iran Gak Mau Berunding Lagi dengan AS: Tak Ada Kompromi untuk Tuntutan Sepihak Washington |
|
|---|
| 191 Tewas Selama 4 Hari Perayaan Festival Air ‘Songkran’di Thailand, 911 Orang Terluka |
|
|---|
| Setelah Filipina, Krisis BBM Kini Hantam Bangladesh, Antrean SPBU Mengular Akibat Pasokan Kurang |
|
|---|
| Stok BBM Filipina Sisa 45 Hari, Status Darurat Energi Ditetapkan, Apa Konsekuensinya? |
|
|---|
| Drone Iran Hantam Bandara Internasional Kuwait, Tangki Bahan Bakar Meledak di Tengah Perang AS-Iran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Maxim-Kuzminov-28-pilot-helikopter-Rusia-yang-membelot-ke-Ukraina.jpg)