Breaking News

Konflik Palestina vs Israel

Amerika Serikat dan Inggris Bombardir Yaman, Incar 18 Sasaran Houthi

Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) mengatakan pasukan AS dan Inggris mengebom 18 sasaran Houthi di Yaman.

Editor: Faisal Zamzami
Tangkapan layar
Rudal AS menyerang sasaran di Yaman terkait dengan Milisi Houthi. Serangan yang dipimpin Amerika Serikat ini terjadi sebagai respons terhadap lebih dari dua lusin serangan drone dan rudal Houthi terhadap kapal komersial menuju Israel di Laut Merah sejak perang Israel-Hamas dimulai. 

SERAMBINEWS.COM - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) mengatakan pasukan AS dan Inggris mengebom 18 sasaran Houthi di Yaman.

Pejabat AS mengatakan serangan tersebut mengenai sasaran Houthi di 8 lokasi di Yaman, menurut keterangannya kepada Reuters, Minggu (25/2/2024).

AS dan Inggris meluncurkan sekitar dua puluh penggerebekan di Sanaa, Amran, Hodeidah, Taiz, dan Hajjah, namun mayoritas serangan fokus di Sanaa.

Sementara itu, pejabat AS lainnya mengatakan serangan di Yaman mencakup beberapa sasaran Houthi.

Sasaran Houthi yang dimaksud di antaranya Jabal Attan, Jabal al- Nahdain, kamp pemeliharaan, area televisi, dan kamp Khashm al-Bakra, sebelah utara Sanaa.

Pejabat tersebut mencatat serangan itu mencakup pusat komando dan kendali, lokasi radar, dan fasilitas penyimpanan senjata bawah tanah.

"Kami akan terus menjelaskan kepada Houthi bahwa mereka akan menanggung konsekuensinya jika mereka tidak menghentikan serangan ilegal mereka," kata Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin, dikutip dari Al-Mawqea Post.

"Kami tidak akan ragu untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi nyawa dan memastikan arus perdagangan bebas,” jelasnya.

Baca juga: Yaman Kembali Dibom, Houthi Tantang AS dan Inggris, Operasi Militer di Laut Merah Berlanjut

Ia menekan serangan itu untuk mengganggu kemampuan Houthi untuk melancarkan serangan “sembrono” mereka terhadap kapal-kapal AS dan internasional di Laut Merah menuju Terusan Suez di Mesir.

Lloyd Austin mengatakan serangan itu dilakukan dengan dukungan Australia, Bahrain, Kanada, Denmark, Belanda, dan Selandia Baru.

Media Houthi, TV Al-Masirah, menyebutkan lima serangan AS dan Inggris menargetkan situs-situs di ibu kota, Sanaa.

 

Seorang anggota biro politik kelompok tersebut, Muhammad Al-Bukhaiti, mengatakan Sana'a dibom dengan tujuan melindungi para pelaku genosida yaitu Israel di Jalur Gaza.

Alih-alih membantu menghentikan genosida Israel terhadap warga Palestina seperti tuntutan Houthi, AS dan sekutunya justru melancarkan serangan ke Yaman.

"Pemboman tersebut hanya akan meningkatkan tekad kami untuk melanjutkan operasi kami dalam mendukung Gaza," kata Muhammad Al-Bukhaiti, Minggu.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved