Breaking News
Selasa, 28 April 2026

Berita Aceh Besar

Penghulu KUA Kuta Malaka Bagi Tips Rawat Pernikahan Supaya Langgeng

Penghulu Ahli Muda KUA Kuta Malaka, Kabupaten Aceh Besar, Muhammad Nasril, Lc, MA menjadi narasumber dalam acara Sekolah Keluarga Samara (SAMARA)

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Penghulu Ahli Muda KUA Kuta Malaka, Kabupaten Aceh Besar, Muhammad Nasril, Lc, MA menjadi narasumber dalam acara Sekolah Keluarga Samara (SAMARA) yang diinisiasi Forum Dakwah Perbatasan. Nasril membagikan tips agar pernikahan langgeng dan juga ikhtiar merawat pernikahan. 

Sehingga, menurutnya, dengan bekal ilmu tersebut para calon pengantin akan mengetahui hak dan kewajiban mereka dalam menjalani rumah tangga.

"Maka kegiatan Sekolah Keluarga SAMARA ini sangat penting dalam membekali calon pengantin dalam membangun pernikahan yang ideal," ujar Nasril.

Menurut Alumni Universitas Al Azhar Mesir ini, dalam membangun rumah tangga dibutuhkan sikap rasa saling percaya, keterbukaan, dan juga pondasi yang kokoh yaitu dengan agama. 

"Menikah ibarat membangun rumah baru yang tenang dan nyaman, atapnya dibangun dengan cinta dan kasih sayang, dindingnya terbuat dari keterbukaan, saling memahami dan pondasi utama adalah agama dan taqwa," katanya.

Lebih lanjut, kata Nasril, pernikahan bukanlah sebuah kompetisi, sehingga saat terjadi perdebatan dan perbedaan pendapat dalam rumah tangga tidak perlu mencari siapa yang benar dan yang salah.

Baca juga: Resep Harmonis Rumah Tangga, Seksolog dr Boyke Sebut Empat Hal Ini Wajib Diketahui PASUTRI

"Sejatinya dalam pernikahan tidak ada istilah kompetisi, tidak ada istilah siapa yang kalah dan menang. Suami istri kedudukannya sama, hanya saja punya hak dan tanggung jawab yang berbeda-beda," ujarnya.

"Bermuamalah dengan pasangan itu ibarat pakaian. Sangat dekat dan saling membutuhkan. Kita harus memperlakukan pasangan kita dengan baik, dengan lemah lembut, dengan penuh kasih sayang dan penuh cinta," katanya lagi.

Nasril juga menjelaskan, pilar membangun keluarga harmonis di antaranya, adanya saling pengertian, saling menerima kenyataan dan saling melakukan penyesuaian diri. 

Baca juga: Suami Bunuh Istri di Pidie, Mayat Dibungkus Dalam Karung Beras, Anak Sempat Tanya Ibu Pada Ayah

Selain itu, menurutnya, perlu memupuk rasa cinta, melakukan asas musyawarah, suka memaafkan, dan berperan serta untuk kemajuan bangsa.

"Ketika ada masalah-masalah dalam rumah tangga diselesaikan, menggunakan konsep kaidah Fiqh, addhararu yuzal, segala kemudharatan dan hal hal yang dapat menghancurkan rumah tangga harus dihilangkan.

 Kemudian kalau ada hal yang terasa sulit untuk diselesaikan dengan kata-kata, mungkin itu tandanya adalah kita harus memperbanyak sujud di hadapan Allah.

 Bangun tahajud, berdoa kepada Allah, semoga masalah selesai, keutuhan rumah tangga dan tentunya sakinah mawaddah wa rahmah," ujar Nasril.(*)

Baca juga: Sidang Cerai Ada Tangisan di Ruang Mediasi, Bagaimana Nasib Rumah Tangga Ria Ricis dan Teuku Ryan?

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved