Berita Pidie

Ustaz Amri Fatmi Kembali Diundang Kajian Ramadhan di Amerika Serikat, Selama Sebulan Puasa

Disebutkan, tahun ini pria lulusan Universitas Al Azhar Kairo ini, melakukan safari ke negeri Paman Sam ini menelusuri kota besar Amerika

Penulis: Nur Nihayati | Editor: Nur Nihayati
FOR SERAMBINEWS.COM  
Dr Tengku Amri Fatmi Anziz Lc MA, dai kondang Aceh asal Pidie ini diundang untuk mengisi ceramah selama sebulan Ramadhan 1445 Hijriah di Amerika Serikat 

Ia menyebutkan, selama Safari Ramadhan di Amerika Serikat, dirinya akan berceramah mengulas kajian soal Ramadhan.


Ustadz Amri Fatmi, di Amerika selain berdakwah, khususnya di Amerika Utara, melakukan perjalanan dakwah sekaligus bersilahturahmi dengan masyarakat Aceh di Kanada dan sekitarnya.

Dalam kesempatan itu pula, Ust Amri mengajak pemuda khususnya pemuda Aceh untuk mengapai cita-cita dan menuntut ilmu setinggi-tingginya.

Sebagaimana gambaran negara-negara maju di Eropa maupun di Amerika, bangsa yang maju selalu memiliki manusia yang maju.

Majunya bangsa, karena manusia yang tinggal di kawasan tersebut terus berinovasi, terdidik sehingga kawasan yang ia tempati ikut berdampak baik.

Sementara itu dikutip sejumlah sumber diketahui, Tgk Amri Fatmi Anziz berhasil meraih gelar doktor Aqidah Filsafat dari universitas Islam tertua di dunia, Al-Azhar Asy-Syarif.

Ia menjadi putra Aceh pertama yang meraih gelar prestisius ini. Gelar ini kian istimewa setelah Tgk Amri lulus dalam sidang disertasi dengan predikat Summa Cum Laude.

Penerima beasiswa LPSDM Aceh ini berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Kritik Ulama Al-Azhar Terhadap Pemikiran Materialisme Abad 20”.

Setelah melewati proses persidangan selama tiga jam, gelar doktor resmi disematkan kepada Tgk. Amri di Auditorium Abdul Halim Mahmud Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar.

Sidang disertasi ini dipimpin langsung oleh pembimbing utama Prof. Dr. Ahmad Thalaat Al-Ghannam dan Prof. Dr. Gamal Saad Mahmud Gum'ah.

Proses persidangan sendiri berlangsung lancar dan khidmat. Amri Fatmi berhasil menjawab semua pertanyaan rumit yang diajukan penguji dengan cukup baik.

Disertasinya yang berjudul asli “Mauqif Ulama Al-Azhar min Al-Fikri Al-Maddiy Khilal Al-Qarni Al-'Isyriin Al-Miladiy” ini mendapat apresiasi yang luar biasa dari penguji sidang Prof. Dr. Ibrahim Abdul Syafi dan Prof. Dr. Hasan Muharram Al-Huwainy.

Bahkan Prof. Dr. Ibrahim Abdul Syafi memuji penelitiannya dan tidak mengkritisi apapun dari isi disertasi.

"Al-Azhar sangat bangga dengan penelitian disertasi ini. Peneliti menggambarkan dengan detail pemikiran ulama Al-Azhar sepanjang abad 20 dalam menghalau materialisme.

Bahkan terkadang dalam salah satu pembahasannya, saya merasa diingatkan untuk menolak setiap gerakan pemikiran materialisme, karena Al Azhar adalah tameng utama dalam menghalau pemikiran yang tersebut," ungkap Prof. Ibrahim.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved