Jumat, 24 April 2026

Banjir

Banjir di Aceh Singkil Meluas, Belasan Desa Terendam 

Mulai dari Desa Suka Damai, Pemuka, Ujung Bawang, Pea Bumbung, Suka Makmur, Kuta Simboling, Pulo Sarok, Pasar, Siti Ambia, Ujung, Kilangan, Rantau Ged

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/DEDE ROSADI
Banjir menggenangi masjid Desa Pemuka, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, Minggu (10/3/2024). 

Laporan Dede Rosadi l Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Banjir yang merendam wilayah Singkil, ibu kota Kabupaten Aceh Singkil, meluas, Minggu (10/3/2024). 

Kondisi itu disebabkan datangnya air kiriman dari hulu sungai berbarengan dengan masuknya musim pasang besar air laut di penghujung bulan Hijriah. 

Akibatnya belasan desa di ibu kota kabupaten itu, terendam banjir

Mulai dari Desa Suka Damai, Pemuka, Ujung Bawang, Pea Bumbung, Suka Makmur, Kuta Simboling, Pulo Sarok, Pasar, Siti Ambia, Ujung, Kilangan, Rantau Gedang, dan Desa Teluk Rumbia.

Baca juga: Sebelum Mulai Puasa, Simak Lagi Bacaan Niat Puasa Ramadhan, Ketentuan, dan Kapan Niat Dipanjatkan

Ketinggian banjir bertambah parah terutama menjelang malam. 

Hal itu terjadi karena air pasang dari laut masuk ke daratan. 

"Banjir tambah, ke rumah kami sudah mulai masuk air," kata Surkani warga Pulo Sarok. 

Diketahui Singkil merupakan tempat muara sungai berada. Nahas ketika air kiriman datang berbarengan dengan musim pasang besar air laut, menyebabkan banjir besar. 

Berdasarkan pantauan banjir merendam permukiman penduduk, masjid dan jalan Singkil-Singkil Utara, di Desa Ujung Bawang. 

Kendaraan roda empat masih bisa melintas. Sementara kendaraan roda dua banyak yang mogok ketika memaksa menerobos banjir

Sejauh ini korban banjir masih bertahan di rumah masing-masing dengan membuat meja darurat untuk menyimpang perabotan, tempat memasak dan tidur. 

Rumah korban banjir masih bisa ditempati, walau genangan banjir di depan rumah 1,5 meter lebih. 

Hal itu berkat kearifan lokal, warga di daerah rawan banjir membangun rumah lebih tinggi dari tanah. 

Sedangkan untuk ke luar rumah warga membangun titian darurat. Titian itu menghubungkan jalan dengan rumah di atas genangan banjir

Bencana banjir memilukan warga Singkil, yang tengah bersiap menggelar tradisi meugang menjelang datangnya Ramadhan 1445 Hijriah. 

Belum lagi kerugian akibat banjir sepanjang akhir 2023 sampai awal Januari 2024 belum pulih.

Warga berharap banjir segera surut agar bisa melaksanakan ibadah puasa dan shalat tarawih dengan nyaman.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved