Berita Aceh Timur

Tape Ubi Peureulak, Takjil Pilihan Masyarakat Aceh Timur Saat Berbuka Puasa

Di antara sekian banyak pilihan, tape ubi Peureulak menjadi primadona yang digemari di Aceh Timur.

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ MAULIDI ALFATA
Martunis saat menjual tape ubi Peureulak di jalan, Iskandar Muda, Idi Rayeuk, Aceh Timur, Jumat (15/3/2024). 

Di antara sekian banyak pilihan, tape ubi Peureulak menjadi primadona yang digemari di Aceh Timur.

Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS. COM, IDI - Suara gemuruh kendaraan bermotor dan sapaan para pedagang menghiasi senja di bulan Ramadhan, di Jalan Iskandar Muda, Kota Idi, Aceh Timur, Jumat (15/3/2024).

Ratusan warga membanjiri jalanan itu, mencari takjil dan hidangan berbuka untuk menyambut waktu maghrib.

Di antara sekian banyak pilihan, tape ubi Peureulak menjadi primadona yang digemari di Aceh Timur.

Tape ubi Peureulak, sepotong kecil tape ubi yang dibungkus rapat dengan daun pisang dan ditusuk dengan lidi setRa disusun rapi memanjang ke bawah menjadi penampilan menarik.

Keunikan rasa manisnya, yang diracik dengan resep rahasia oleh pemiliknya, menjadi daya tarik utama yang mengundang rasa lapar.

Martunis, pedagang kaki lima yang menjajakan tape ubi, mengungkapkan keberhasilannya dalam menjual tape ini.

Setiap hari, dia mampu menghabiskan 180 hingga 200 bungkus tape ubi Peureulak dengan harga yang terjangkau, Rp 10 ribu per tusuk, berisi sepuluh bungkus.

Martunis saat menjual tape ubi Peureulak di jalan, Iskandar Muda, Idi Rayeuk, Aceh Timur, Jumat (15/3/2024).
Martunis saat menjual tape ubi Peureulak di jalan, Iskandar Muda, Idi Rayeuk, Aceh Timur, Jumat (15/3/2024). (SERAMBINEWS.COM/ MAULIDI ALFATA)

Baca juga: Kuliner Korea Jadi Incaran Berbuka di Jalan Garuda, Tertarik Coba?

"Dalam tiga hari terakhir, tape ini selalu habis terjual. Harga yang terjangkau membuat banyak pembeli memilih untuk membeli satu atau dua tusuk sekaligus," ujarnya sambil melayani pembeli

Dengan perkiraan laba mencapai Rp 600 hingga Rp 800 ribu per hari, Martunis yakin bahwa kelezatan tape ubi Peureulak menjadi magnet kuat bagi para pembeli.

"Rasa manisnya yang khas membuat banyak pembeli kembali lagi. Kami selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk pelanggan," tambahnya dengan semangat.

Meskipun begitu, Martunis mengakui bahwa dia sendiri tidak mengetahui rahasia dibalik pembuatan tape ubi Peureulak ini.

Pasokan tape tersebut diperolehnya langsung dari pusat produksi di Gampong Beusa, Kecamatan Peureulak Barat, yang kemudian didistribusikan ke seluruh warung dan pedagang takjil di Aceh Timur.

"Mereka tidak pernah membocorkan resepnya kepada kami. Yang pasti, setiap hari pukul 14:30, pasokan sudah tiba dan siap untuk dijual," tutupnya dengan senyum ramah. (*)

Baca juga: Pusat Jajanan Berbuka di Jalan Garuda Dipadati Warga, Makanan Korea & Thailand Jadi Incaran

 

 

 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved