Senin, 20 April 2026

Ramadhan 2024

Dua Ulama Qiraat dari Mesir Isi Daurah Al-Quran di Dayah Insan Qurani Aceh Besar

“Tentu ini suatu kemuliaan dan kehormatan bagi kami, kami bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran para Syekh ke dayah kami," ungkapnya.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Amirullah
FOR SERAMBINEWS.COM
Ulama Qiraat asal Mesir, Syekh Sya’ban Abdul Fattah Uwais Muhammad dan Syekh Ahmad Muhammad Hasan mengisi Daurah Al-Quran dan Ilmu Qira’at di Dayah Insan Qurani (IQ) Aceh Besar, Senin (18/3/2024). 

Dua Ulama Qiraat dari Mesir Isi Daurah Al-Quran di Dayah Insan Qurani Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Ulama Qiraat asal Mesir, Syekh Sya’ban Abdul Fattah Uwais Muhammad dan Syekh Ahmad Muhammad Hasan mengisi Daurah Al-Quran dan Ilmu Qira’at di Dayah Insan Qurani (IQ) Aceh Besar, Senin (18/3/2024).

Kedua ulama tersebut merupakan utusan Al-Azhar Kairo Mesir dan Majelis Hukama’ Muslimin.

Sekretaris Dayah Insan Qurani, Alfirdaus Putra mengatakan, kunjungan kedua ulama asal Mesir tersebut ke Dayah IQ merupakan bagian dari agenda Syiar Ramadhan 1445 H yang diprakarsai Kemenag bekerjasama dengan Al-Azhar Mesir dan Majelis Hukama’ Muslimin.

Khusus di Aceh mereka juga didampingi dan difasilitasi oleh Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh.

“Tentu ini suatu kemuliaan dan kehormatan bagi kami, kami bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran para Syekh ke dayah kami," ungkapnya.

Alfirdaus menjelaskan, di Dayah Insan Qurani, kedua ulama ini memotivasi para santri untuk mendalami kajian Al-Quran, pentingnya belajar Al-Quran dan ilmu yang berkaitan dengannya, serta kemuliaan dan keutamaan menjadi hafizul quran.

Baca juga: Santriwati Dayah Insan Qurani Aceh Besar Lolos ke Babak Grand Final Duta Pramuka Nasional 2024

Syekh Sya’ban Abdul Fattah Uwais Muhammad mengatakan, para huffazh adalah hamba-hamba istimewa yang dipilih khusus oleh Allah untuk menjaga kemurnian kitab-Nya.

“Al-Qur’an itu mulia, maka tidaklah Allah memilih para pemeliharanya kecuali mereka adalah orang-orang yang mulia di sisi-Nya,” ujarny

Ia memotivasi para santri agar terus semangat dalam belajar, terutama ilmu agama.

Ia menyampaikan, ilmu agama adalah warisan para nabi yang diwariskan dari generasi ke generasi hingga sampai pada zaman itu.

"Sehingga mereka yang fokus belajar agama berarti sedang menempuh jalannya para nabi dan ulama," katanya.

Di sisi lainnya, ulama asal Mesir lainnya, Syekh Ahmad menyampaikan tentang pentingnya belajar ilmu agama kepada guru yang bersanad.

Ia menegaskan, sanad merupakan bagian dari agama, maka setiap santri dituntut berhati-hati agar tidak sembarangan menerima maklumat dari sumber yang tidak jelas kebenarannya.

Baca juga: Santri Dayah Insan Qurani Ngaji Bareng Ustaz Hanan Attaki

“Urgensi sanad sangat besar dalam Islam, sampai-sampai umat Islam dikenal dengan ‘ummatul Isnad.’ Demikian agar agama ini tidak mudah diotak-atik oleh mereka yang benci kepada Islam,” ungkapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved