Senin, 13 April 2026

Ramadhan 2024

Forsimas Aceh Hadiri Buka Puasa Bersama PM Hun Manet, Kamboja Bangga dengan Harmonisasi Agama

“Ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Kamboja, tetapi juga bagi negara-negara di kawasan ini dan dunia,” kata PM Hun Manet.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Forsimas menghadiri undangan berbuka puasa bersama Perdana Menteri (PM) Kamboja Hun Manet, Kamis (21/2/2024) 

Forsimas Aceh Hadiri Buka Puasa Bersama PM Hun Manet, Kamboja Bangga dengan Harmonisasi Agama

SERAMBINEWS.COM, PHNOM PENH – Forum Silaturrahim Kemakmuran Masjid Serantau (Forsimas) yang berkantor pusat di Banda Aceh memenuhi undangan Pemerintah Kamboja untuk berbuka puasa bersama, Kamis (21/3/2024).

Acara Buka Puasa Ramadhan ke-8 ini dihadiri langsung oleh Perdana Menteri (PM) Kamboja, Hun Manet dan dan komunitas muslim se-Asean yang berjumlah lebih dari 6000 orang, di OCIC Hall Phnom Penh.

Sekretaris Jenderal Forsimas, Dr Ir Basri A Bakar MSi mengatakan bahwa rombongan Forsimas Aceh yang berangkat ke Kamboja ada delapan orang, tiga diantaranya adalah dokter.

Lalu ada lima orang lainnya dari Jakarta, Surabaya, Cirebon dan Forsimas Malaysia. 

PM Hun Manet mengungkapkan, Kamboja sangat bangga dengan harmonisasi agama di negaranya. Meski berbeda keyakinan agama, masyarakat Kamboja bersatu dengan baik.

“Ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Kamboja, tetapi juga bagi negara-negara di kawasan ini dan dunia,” katanya.

PM Hun Manet saat menghadiri buka puasa bersama dengan ribuan komunitas Muslim
PM Hun Manet saat menghadiri buka puasa bersama dengan ribuan komunitas Muslim

Pemerintah Kamboja, kata dia, berupaya untuk memastikan bahwa semua agama dilindungi, dijamin dan didorong untuk menjamin kemajuan, perdamaian dan pembangunan.

Hun Manet menegaskan kembali perhatian Pemerintah Kamboja terhadap kebebasan beragama masyarakatnya, atas dasar memperkuat keharmonisan antar pemeluk semua denominasi agama, menentang tindakan diskriminatif untuk mencegah eksploitasi agama yang akan menyebabkan krisis agama di Kamboja.

Dia mengambil kesempatan ini untuk meminta perhatian terhadap pelatihan keterampilan profesional dan teknis sehingga umat Islam Kamboja bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai untuk standar hidup keluarga dan masyarakat yang lebih baik.

Hun Manet juga merekomendasikan kelanjutan kerja sama nasional dan internasional untuk mengumpulkan dana guna mendukung pengembangan komunitas Muslim minoritas Kamboja.

3 Dokter Aceh Bantu Muslim Minoritas Kamboja

Tiga dokter asal Aceh yang tergabung dalam Forum Silaturrahim Kemakmuran Masjid Serantau (Forsimas) yang berkantor pusat di Banda Aceh, melakukan serangkaian kegiatan kemanusiaan di bulan Ramadhan di Kamboja, Kamis dan Jumat (21-22/3/2024).

Kegiatan yang dikemas dalam Program Peduli Kamboja tahun 2024 ini membagikan paket bantuan sembako untuk 150 keluarga miskin dan pemeriksaan kesehatan gratis yang dipusatkan di Masjid Al Akbar, Kampung Chrey Andet Village, Kendal Province, 40 menit perjalanan dari Ibukota Phnom Penh.

“Untuk pemeriksaan kesehatan kami mengikutsertakan tiga dokter spesialis dari Banda Aceh yaitu dr Nurkhalis SpJP, dr Teuku Yusriadi SpBA dan dr Azwar Abdullah SpTHT dengan membawa obat-obatan yang dibutuhkan warga kampung,” ujar Sekretaris Jenderal Forsimas, Dr Ir Basri A Bakar MSi.

Dikatakannya, pemeriksaan kesehatan terhadap muslim minoritas Kamboja ini dilakukan pada Jumat (22/3/2024) usai membagi paket bantuan sembako kepada keluarga miskin.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved