Jumat, 24 April 2026

Berita Aceh Timur

Listrik Sering Padam di Bulan Ramadhan, 2.140 KK di Aceh Timur Buka Puasa Dalam Gelap

Desa-desa yang terdampak meliputi Arul Duren (107 KK), Bunin (215 KK), Jering (162 KK), Leles (110 KK), Mesir (90 KK), dan Ujung Taring...

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Eddy Fitriadi
Humas BKPRMI Aceh
Tim Safari Ramadan BKPRMI Aceh Timur berbuka puasa mengandalkan senter handphone (HP) karena listrik padam di Desa Mesir, Serbajadi, Aceh Timur, Sabtu (23/3/2024).  

Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Sebanyak 2.140 Kepala Keluarga (KK) di 17 desa Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, sering berbuka puasa dalam kegelapan total karena pemadaman listrik yang mendadak. Bahkan, kondisi gelap ini berlanjut hingga pelaksanaan shalat tarawih.

Desa-desa yang terdampak meliputi Arul Duren (107 KK), Bunin (215 KK), Jering (162 KK), Leles (110 KK), Mesir (90 KK), dan Ujung Taring (35 KK), serta beberapa desa lainnya seperti Lokop, Loot, Mesir Nalon, Rampah, Sekualan, Sembuang, Seulemak, Sunti, Terulak, Tualang, dan Ujung Karang.

Khatib Masjid Sekualan, Jamali saat berbuka bersama Tim Safari Ramadan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Aceh Timur di Mesir, Sabtu (23/3/2024) memaparkan kondisi gelap gulita sering dialami oleh masyarakat setempat.

"Tiba-tiba mati lampu sudah jadi kebiasaan kami. Sejak awal Ramadan hingga 12 Ramadan, sudah terjadi pemadaman malam sebanyak 3-4 kali, biasanya menjelang waktu berbuka," jelas Jamali.

Pemadaman listrik yang tiba-tiba itu membuat Tim Safari Ramadan BKPRMI Aceh Timur dan keluarga mereka harus berbuka puasa dalam kegelapan, yanh dimulai sejak pukul 18:35 WIB.

Awalnya diperkirakan hanya berlangsung selama 15-20 menit, namun ternyata harapan itu pupus, karena lampu tetap mati hingga setelah maghrib dan isya.

"Meskipun gelap, kegiatan silaturahmi dan kunjungan Tim Safari Ramadan BKPRMI Aceh Timur tetap berjalan lancar hingga pukul 22:30 WIB. Listrik kembali normal sekitar pukul 21:00 WIB," jelasnya.

Sementara itu Wakil Ketua Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Serbajadi, Saddam, saat dikonfirmasi juga membenarkan adanya pemadaman listrik untuk belasan desa di Serbajadi.

Menurutnya Jika titik arus trafo di perbatasan Peunaron – Serbajadi mati, maka seluruh Serbajadi akan mati.

Pemadaman itu tidak hanya di Bunin, Mesir, dan Seuleumak, tapi seluruh Serbajadi akan gelap.

Ia menambahkan bahwa pemadaman yang dilakukan PT PLN (Persero) ULP Peureulak terkadang disebabkan oleh pohon tumbang di atas kabel listrik atau intervensi hewan seperti monyet.

"Kami berharap jika pemadaman harus dilakukan, tidak terlalu lama dan tidak berlangsung berjam-jam, terutama karena umat Muslim sedang beribadah di bulan Ramadan," harapnya.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved