Sosok Mohammad Reza Zahedi, Jenderal Iran Tewas Dalam Serangan Israel di Suriah, Komandan Al-Quds

Al-Quds adalah unit elite dari Pasukan Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) yang melakukan operasi khusus di luar wilayah Iran.

Editor: Faisal Zamzami
AFP
Mohammad Reza Zahedi, komandan Pasukan Al Quds Iran yang tewas dalam serangan udara Israel di Damaskus, Suriah 

Pangkat militer Zahedi mulai menanjak saat perang Iran-Irak, ketika dia memimpin sebuah brigade kecil tentara.

Setelah perang itu, Zahedi dipromosikan untuk memimpin markas besar yang berfokus pada pelatihan para calon tentara.

Tahun 2005, ia meraih jabatan tinggi pertamanya ketika pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, menunjuknya sebagai komandan pasukan darat Pengawal Revolusi Iran.

Beberapa tahun lalu, ia melatih pasukan Iran terkait metode memadamkan protes anti-rezim di pinggiran Teheran.

Sebelum Penembakan Konser Moskwa Terjadi Setelah menjalin hubungan dekat dengan Suleimani, yang memimpin Pasukan Quds Pengawal Revolusi Iran sebelum kematiannya, Zahedi mulai bertemu secara rutin dengan Hassan Nasrallah, sekretaris jenderal kelompok militan Hizbullah Lebanon.

Zahedi menjadi orang penting dalam pasokan rudal buatan Iran kepada Hizbullah dan dia termasuk orang yang ada dalam daftar yang mendapat sanksi AS.

Baca juga: Israel Serang Kedutaan Iran di Suriah, 7 Penasihat Militer Iran Tewas, Termasuk 2 Jenderal

Iran Ancam Akan Membalas

Israel Berbeda dengan serangan serupa sebelumnya, Iran kali ini segera mengonfirmasi kematian Zahedi pada hari Senin juga dan berjanji untuk membalas serangan itu.

Putra Zahedi mendesak Iran untuk tidak membiarkan kematian ayahnya “tidak terjawab”.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei mengatakan, Israel akan dihukum atas serangan itu, sementara Presiden Iran, Ebrahim Raisi mengatakan, serangan tersebut “tidak akan dibiarkan begitu saja,”.

Duta Besar Iran untuk Suriah, Hossein Akbari mengatakan, tanggapan Iran terhadap serangan itu akan “sama besar dan kerasnya”.

Menteri luar negeri Iran dan Suriah juga menuding Israel sebagai dalang serangan tersebut.

Sementara itu, militer Israel mengatakan kepada CNN bahwa mereka tidak mengomentari laporan pihak asing. Namun, juru bicara militer mengatakan, Israel yakin sasaran yang diserang adalah “bangunan militer Pasukan Al Quds”.  

“Menurut intelijen kami, ini bukan konsulat dan bukan kedutaan,” kata juru bicara Pasukan Pertahanan Israel, Laksamana Muda Daniel Hagari, kepada CNN.

“Saya ulangi, itu bukan konsulat dan bukan kedutaan. Ini adalah bangunan militer Pasukan Quds yang menyamar sebagai bangunan sipil di Damaskus.”

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved