Kamis, 23 April 2026

Internasional

Rusia Kritik NATO, Anggap Amerika Serikat Otak dari Setiap Langkah Aliansi

Rusia kembali mengkritik NATO. Kali ini, kritik diarahkan langsung kepada Amerika Serikat yang dianggap selalu menjadi otak dari setiap langkah alians

Editor: Muhammad Hadi
Twitter
Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (NATO) GELAR latihan militer terbesar. 

Rusia Kritik NATO, Anggap Amerika Serikat Otak dari Setiap Langkah Aliansi

SERAMBINEWS.COM - Permusuhan Rusia dengan negara-negara anggota NATO meningkat tajam.

Bahkan puncak permusuhan ini setelah Rusia menyerang Ukraina.

Tapi Rusia tetap memandang NATO dikendalikan oleh Amerika Serikat

Rusia kembali mengkritik NATO

Kali ini, kritik diarahkan langsung kepada Amerika Serikat yang dianggap selalu menjadi otak dari setiap langkah aliansi tersebut.

Baca juga: 4 Tentara Bayaran dari Indonesia Tewas, Rusia Ungkap Data Tentara Bayaran Asing Bertempur di Ukraina

Sekretaris Dewan Keamanan Rusia, Nikolay Patrushev, menyebut bahwa AS memanfaatkan aliansi pertahanan tersebut untuk menjaga pengaruhnya di Eropa.

 "Seluruh kebijakan NATO dibangun berdasarkan perintah dari Washington. 

Mereka (AS) menggunakan aliansi tersebut untuk mempertahankan kehadiran militernya di Eropa dan untuk menunjukkan dukungan terhadap pentingnya hal itu dalam menjamin keamanan benua ini," kata Patrushev dalam sebuah wawancara dengan aif.ru, dikutip TASS.

Baca juga: Lima Rudal Zirkon Rusia Telah Ditembakkan Ke Ibukota Ukraina

Patrushev menambahkan, praktik NATO yang dikendalikan AS ini seharusnya menerima banyak tekanan karena terus ikut campur dalam urusan negara-negara berdaulat dengan menggunakan sumber daya militer, ekonomi, informasi, dan lainnya.

Secara khusus dirinya menyoroti sejarah NATO yang penuh pertumpahan darah, menyebutnya bisa menjadi ancaman terhadap dunia di masa mendatang.

"Saya tidak akan mendalami sejarah berdarah NATO, namun kita harus mengetahuinya agar dapat memahami sifat aliansi ini sebagai sumber bahaya, krisis dan konflik yang stabil selama bertahun-tahun," katanya.

Konflik Rusia-NATO

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, pada Februari lalu mengatakan bahwa ada kemungkinan di masa depan mengenai pengiriman kontingen tertentu ke Ukraina dari negara-negara NATO.

Jika hal itu terjadi, Peskov menegaskan konflik tidak bisa dihindari.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved