Kamis, 7 Mei 2026

Video

VIDEO Iran Bersumpah Balas Serangan IDF, Warga Israel Dilanda 'Panic Buying', Toko dan Bank Diserbu

Ancaman serangan pembalasan Iran ke Israel, ternyata tidak main - main, hal tersebu menimbulkan kepanikan luar biasa di negara pendudukan tersebut.

Tayang:
Editor: Muhammad Aziz

SERAMBINEWS.COM - Ancaman serangan pembalasan Iran ke Israel, ternyata tidak main - main, hal tersebut juga menimbulkan kepanikan luar biasa di negara pendudukan tersebut.

Kepanikan itu dilaporkan ditunjukkan oleh adanya fenomena panic buying oleh para pemukim Yahudi di Israel karena kecemasan serangan balasan Iran.


Menurut lansiran media Israel, Sabtu (6/4/2024) para pemukim Yahudi Israel, menyerbu toko-toko untuk membeli kebutuhan pokok.

Selain itu, Bank Sentral Israel dilaporkan juga sudah mengirim pesan rahasia ke bank-bank Israel soal cadangan likuiditas mereka atas fenomena penarikan uang secara besar-besaran dalam tempo singkat oleh para nasabah (rush money).

Ulasan PT, Sabtu menyebut, ada sejumlah hal yang memicu panic buying di kalangan warga Israel.

Selain ancaman serangan balasan Iran, eskalasi serangan kelompok Hizbullah di perbatasan selatan Lebanon, menjadi dua faktor utama kepanikan di kalangan warga Yahudi Israel.

(Eskalasi serangan Hizbullah) dan ketakutan atas kemungkinan serangan balasan Iran, membuat para pemukim Zionis, kebingungan, sehingga mendorong mereka melakukan panic buying dengan menyerbu toko-toko, serta menarik uang tunai dari ATM.

Media Israel mengatakan rak-rak di semua toko di sebagian besar distrik Zionis, sudah kosong dari barang-barang kebutuhan pokok, dan dalam beberapa minggu terakhir air minum serta bahan makanan setengah jadi sudah sangat langka.

Media tersebut juga mengabarkan dalam beberapa hari terakhir, bank-bank Israel, diserbu oleh para pemukim Yahudi Israel, yang berusaha menarik uang tunai mereka atau rush money.

Penarikan uang tunai secara serentak dari ATM bank-bank Israel, diperkirakan dapat menyebabkan guncangan pada stabilitas perbankan, dan sistem ekonomi rezim ini, sehingga membuat perekonomian Israel kolaps.(*)

VO: Siti Masyithah
EV: Muhammad Aziz

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved