Berita Pidie
Ironi Petani di Pidie, Harga Gabah Terjun Bebas Saat Panen Raya, Jangankan Untung Modal tak Kembali
"Panen raya banyak usaha kilang padi harus tutup lantaran penjualan beras macet,” beber dia.
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Saifullah
Laporan Muhammad Nazar I Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Harga gabah di Kabupaten Pidie anjlok saat panen raya.
Anjloknya harga gabah lantaran banyaknya masuk beras impor ke Bulog.
Awalnya, harga gabah di tingkat petani pada kisaran Rp 6.700 per kg hingga Rp 7.000 per kg.
Saat ini, harga gabah terjun bebas ke angka Rp 5.500 hingga Rp 5.800 per kg.
"Petani di Pidie sangat sedih dengan harga gabah yang turun tajam. Anjloknya harga gabah saat panen raya tahun ini," kata Ketua Perpadi Pidie, Abdurrahman di sela-sela kegiatan buka puasa bersama dan santunan anak yatim di salah satu kafe di Beureunuen, Pidie, Minggu (7/4/2024).
Ia menyebutkan, harga gabah anjlok dari Rp 6.700 turun ke angka Rp 5.800 per kg.
Selain itu, harga beras pun ikut turun dari Rp 12.500 menjadi Rp 11.500 per kg.
Tak hanya itu, beras manual juga turun dari harga Rp 12.000 per kg menjadi Rp 10.700 per kg.
Sehingga pengusaha kilang padi di Pidie tidak bisa menjual beras ke Medan, Sumatera Utara.
Artinya di Medan saat ini sedang 'banjir beras' .
Menurutnya, turun tajam harga gabah akibat tingginya impor beras ke Bulog.
"Panen raya banyak usaha kilang padi harus tutup lantaran penjualan beras macet,” beber dia.
“Penampung beras di Medan juga kewalahan lantaran banjir beras," ungkapnya.
Ia menjelaskan, jumlah usaha kilang padi di Pidie ada sekitar 50 unit.
Saat ini, sekitar 30 unit aktif melakukan aktivitas menggiling gabah.
"Seharusnya pemerintah tidak melakukan impor beras saat panen raya petani," pungkasnya.
Karimuddin (45), seorang petani di Simpang Tiga, Pidie kepada Serambinews.com, Senin (8/4/2024), menyebutkan, saat ini harga gabah anjlok menjadi Rp 5.500 per kg.
Dengan harga gabah yang sangat rendah petani khawatir tidak kembali modal yang telah dikeluarkan ketika menanam padi.
"Saat ini tidak menjual gabah karena harga sangat murah. Kalau kita jual gabah tidak bisa menutupi modal yang telah kita keluarkan,” ucapnya.
“Padahal, kita butuh uang untuk menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1445 H," pungkas Karimuddin.(*)
| Wagub Aceh Tinjau Jalan Inpres di Kembang Tanjung yang Baru Siap Dibangun |
|
|---|
| Wagub Dek Fadh Tinjau Jalan Inpres di Kembang Tanjong Pidie, Baru Siap Dibangun Senilai Rp 24 M |
|
|---|
| Innalillahi, Khatib Jumat Masjid Agung Al-Falah Sigli Meninggal Saat Sujud, Almarhum Seorang Qari |
|
|---|
| Pokir Normalisasi Irigasi di Pidie Dipecah, Besaran Anggaran dari Rp50 Juta–Rp200 Juta |
|
|---|
| Pokir Normalisasi Irigasi di Pidie Dipecah-pecah, Besaran Anggaran Dari Rp 50 Juta- 200 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Petani-memanen-padi-tanam-rendengan-di-Kecamatan-Indrajaya-Pidie_.jpg)