Breaking News

Idul Fitri 1445 H

Guru Besar UIN Ar-Raniry Prof Syamsul Rijal Khatib Idul Fitri di Masjid Agung At-Taqwa Kutacane

Prosesi Shalat Ied tahun ini di ibukota Bumi Sepakat Segenap itu tidak diselenggarakan di lapangan terbuka melainkan di Masjid Agung At-Taqwa Kutacane

Penulis: Subur Dani | Editor: Taufik Hidayat
Dok Pribadi
Guru Besar UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Syamsul Rijal 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Guru Besar UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Syamsul Rijal dijadwalkan akan menjadi Khatib dalam pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1445 Hijriah di Masjid Agung At-Taqwa Kutacane.

Kepastian itu ditetapkan sesuai dengan ketetapan Pemkab Aceh Tenggara berdasarkan Suarat Kadis Syariat Islam no 300/94/DSI/2024 tanggal 14 Maret 2024 yang ditanda tangani oleh Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Tenggara, Muhammad Iqbal Selian SAg.

Menurut Syamsul Rijal, prosesi Shalat Ied tahun ini di ibukota Bumi Sepakat Segenap itu tidak diselenggarakan di lapangan terbuka melainkan ditetapkan di Masjid Agung At-Taqwa Kutacane.

Kepada Serambinews.com, Prof Syamsul Rijal mengatakan, entitas ketaqwaan yang diraih setiap muslim dari ibadah di bulan Ramadan telah membentuk karakter insani dengan karakteristrik kepribadian yang bertaqwa terhadap Allah Tuhan yang Maha Esa.

"Sejatinya  sebagai pelopor peningkatan keterampilan yang strategis dalam mengelola sumber daya manusia yang memperhatikan keberlanjutan dalam atmosfir dinamika kehidupan manusia terkait dengan bidang religi,  sosio-kultural, ekonomi dan matra etik lingkungan," katanya.

Menurut Guru Besar Ilmu Filsafat ini,   upaya  transformatif  dari nilai kefitrahan yang dimiliki sesorang itu adalah menjadi power terdahsyat untuk menggerakkan jalur pendidikan, pelatihan serta pengembangan karier serta juga peningkatan kualitas etos kerja yang berbasiskan dengan semangat spritualitas yang mendalam.

"Substansi ketaqwaan itu pada prinsipnya dapat meningkatkan produktifitas di dalam pekerjaan. Semangat kefitrian itu juga akan menghasilan spirit efisiensi, meningkatkan sikap kepemimpinan," katanya.

Karena, lanjutnya, manusia yang telah dapat menggembleng dirinya sendiri melalui ritme Ramadan tentu akan mampu untuk menggerakkan emosionalitas kepemimpinannya terhadap orang lain.

"Di mana sumbu kemanusiaan menjadi penting bagi entitas spiritual yang melekat pada diri ketaqwaanya," pungkas Prof Syamsul Rijal.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved