Idul Fitri 1445 H
Masbuk Shalat Idul Fitri, Haruskah Mengulangi Takbir Sebanyak 7 dan 5 Kali? Ini Penjelasan UAS
Shalat Ied berbeda dengan shalat sunnah lainnya, terutama dari cara melaksanakan, bahkan hukum mengerjakannya adalah sunnah muakkad.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
Masbuk Shalat Idul Fitri, Haruskah Mengulangi Takbir Sebanyak 7 dan 5 Kali? Ini Penjelasan UAS
SERAMBINEWS.COM – Begini penjelasan Ustadz Abdul Somas (UAS) jika seseorang terlambat datang dan menjadi masbuk dalam melaksanakan Shalat Idul Fitri.
Ada kalanya seseorang terlambat tiba di lokasi shalat ied dan imam sudah memulai shalat Idul Fitri, haruskan mengulang takbir untuk menyempurnakan tujuh atau lima kali takbir?
Persoalan tersebut sudah dijelaskan oleh Ustadz Abdul Somad (UAS) dalam kajiannya.
Shalat Idul Fitri adalah salah satu shalat yang hanya dikejakan pada 1 Syawal di pagi hari raya Idul Fitri.
Shalat Ied berbeda dengan shalat sunnah lainnya, terutama dari cara melaksanakan, bahkan hukum mengerjakannya adalah sunnah muakkad.
Pelaksanaan shalat Idul Fitri bisa dikerjakan di masjid atau di tanah lapang secara berjamaah.
Waktu pelaksanaanya adalah antara pukul 7.00 hingga 8.00 pagi waktu setempat.
Namun, bagaimana hukumnya jika seseorang terlambat mengikuti shalat Idul Fitri?
“Lailahaillallah. shalat ied pun terlambat,“ kata Ustadz Abdul Somad mengawali jawabannya dari pertannyaan tersebut.
UAS pun menjelaskan jika seseorang telah sampai di tanah lapang atau masjid dan imam sudah dirikan shalat serta takbir lima kali, maka orang tersebut dapat mengikuti imam atau masbuk.
Masbuk merupakan sebutan makmum yang datang terlambat mengikuti saat salat berjamaah.
“Jadi kalau sampai ke tanah lapang, imamnya sudah takbir yang kelima, ‘allahuakbar, allahuakbar, allahuakbar, allahuakbar, allahuakbar’, maka masbuk tadi tidak perlu mengulang takbir dan ikuti imam saja,” terang UAS.
Namun, bagaimana seseorang tiba di tempat shalat tapi imam sudah tasyahud akhir?
UAS pun menjawab maka seseorang itu harus berdiri tegak dan takbir tujuh dan lima kali di setiap rakaatnya.
“Maka dia habis salam langsung berdiri tegak, dibuatnya takbir tujuh dengan lima. Sendiri dia,” jelas UAS.
Lalu, bagaimana jika seseorang sampai ke tanah lapang atau masjid tersebut, para jamaah sudah pulang.
UAS pun mengatakan bahwa orang itu harus mencari tanah lapang atau masjid lainnya yang masih mengerjakan shalat.
Namun, jika ternyata seluruh tempat telah melaksanakan shalat ied, maka orang itu boleh mengerjakan shalat ied sendirian.
“Maka dalam kitab Al-Umm, induk fiqih yang ditulis oleh Imam Muhammad bin Idris As-Syafii boleh shalat sendiri. Tapi mazhab Hambali tidak setuju,”jelasnya
Namun, UAS mengatakan mazhab Syafi’i dalam Kitab Al-Umm boleh shalat sendirian bagi yang musafir.
Panduan Lengkap Tata Cara Shalat Idul Fitri
1. Membaca niat.
Lafaz niat shalat Idul Fitri sebagai makmum adalah:
اُصَلِّى سُنَّةً عِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatan ‘iidil fithri rak’ataini ma’muuman lillaahi ta’aalaa
Artinya: Aku berniat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum) karena Allah ta’ala.
Sementara bila jadi imam, lafaz niat shalat Idul Fitri adalah:
اُصَلِّى سُنَّةً عِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا للهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatan ‘iidil fithri rak’ataini imaaman lillaahi ta’aalaa
Artinya: Saya niat shalat sunah Idul Fitri dua rakaat sebagai imam karena Allah Taala.
2. Setelah melafazkan niat shalat Idul Fitri, kemudian membaca takbiratul ihram (الله أكبر/Allahuakbar) sambil mengangkat kedua tangan.
3. Lalu membaca doa iftitah
اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا . اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ . اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ . لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ .
“Allaahu akbaru Kabiraa Walhamdulillaahi Katsiiraa, Wa Subhaanallaahi Bukratan Wa’ashiilaa, Innii Wajjahtu Wajhiya Lilladzii Fatharas Samaawaati Wal Ardha Haniifan Musliman Wamaa Anaa Minal Musyrikiin.
Inna Shalaatii Wa Nusukii Wa Mahyaaya Wa Mamaatii Lillaahi Rabbil ‘Aalamiina. Laa Syariikalahu Wa Bidzaalika Umirtu Wa Ana Minal Muslimiin.”
Artinya: Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang.
Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan atau dalam keadaan tunduk, dan aku bukanlah dari golongan orang-orang yang menyekutukan-Nya.
4. Membaca takbir sebanyak tujuh kali (di luar takbiratul ihram) dan di antara tiap takbir itu dianjurkan membaca:
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ
Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illalloh wallahu akbar.
Artinya: Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya. Tiada tuhan kecuali Allah, Allah Maha Besar.
5. Membaca surah al-Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Alquran.
6. Ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti sholat biasa.
7. Pada rakaat kedua sebelum membaca al-Fatihah, disunnahkan takbir sebanyak lima kali sambil mengangkat tangan.
Di luar takbir saat berdiri ( takbir qiyam) dan di antara tiap takbir disunnahkan membaca:
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ
Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illalloh wallahu akbar.
Artinya: Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya. Tiada Tuhan kecuali Allah, Allah Maha Besar.
8. Membaca Surah al-Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Alquran.
9. Ruku, sujud, dan seterusnya hingga salam.
10. Setelah salam, disunnahkan mendengarkan khutbah Idul Fitri.
(Serambinews.com/Agus Ramadhan)
Idul Fitri
masbuk shalat Idul Fitri
makmum
masbuk
Shalat Ied
takbir
UAS
Ustadz Abdul Somad
Serambinews
Serambi Indonesia
Beda Idul Adha 1445 H di Indonesia dan Arab Saudi, UAS Tegaskan Tak Perlu Ribut: Ikuti Pemerintah |
![]() |
---|
Kapan Waktu Terbaik Mengerjakan Puasa Syawal? Simak Penjelasan Buya Yahya |
![]() |
---|
Haruskah Puasa Syawal Dilaksanakan Berturut-turut 6 Hari? Ternyata Lebih Utama Begini |
![]() |
---|
Ini Waktu yang Tepat Menjalani Ibadah Puasa 6 Hari di Bulan Syawal |
![]() |
---|
Tetap Berpuasa Syawal atau Batalkan Demi Hormati Tuan Rumah Saat Bertamu? Begini Anjuran Rasulullah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.