Minggu, 12 April 2026

Berita Aceh Barat

Rumah Terbakar di Malam Takbiran, Nek Aisyah Terima Sumbangan dari Mahasiswa dan Masyarakat Samatiga

“Bantuannya sekitar Rp 7.155.000, ini memang tidak seberapa jika dilihat dari jumlahnya, akan tetapi ini bentuk kepedulian kita," ujar Mahfud.

Penulis: Sadul Bahri | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
Nek Aisyah saat menerima bantuan dari mahasiswa yang tergabung dalam IPMS Cabang Meulaboh dan Banda Aceh, Minggu (14/4/2024), di Desa Suak Geudeubang, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat. 

Laporan Sa'dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Nek Aisyah (68), warga Dusun Kuta Blang, Desa Suak Geudeubang, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat yang korban kebakaran pada malam takbiran Hari Raya Idul Fitri, menerima sejumlah sumbangan bantuan dari mahasiswa dan masyarakat Samatiga, Minggu (14/4/2024).

Musibah yang dialami oleh Nek Aisyah tersebut terjadi pada Selasa (9/4/2024) malam usai Shalat Magrib itu tidak dapat terelakkan dan menyebabkan rumah tersebut hangus beserta dengan isinya.

Atas keprihatinan tersebut, Ikatan Pelajar Pemuda Mahasiswa Samatiga (IPMS) Cabang Meulaboh dan Banda Aceh menggalang donasi dari masyarakat Samatiga guna membantu janda lanjut usia itu yang dilanda musibah kebakaran.

Penyerahan bantuan tersebut ikut disaksikan langsung Sekda Aceh Barat, Marhaban, SE dan didampingi langsung oleh Sekjen Forbangsa, Suandi, tokoh masyarakat Samatiga, Deyanmor, dan Mawardi, SH, beserta dengan para mahasiswa dari IPMS.

Ketua IPMS Cabang Meulaboh, Mahfudz Syukur menyebutkan, bantuan tersebut digalang oleh para mahasiswa sebagai bentuk pengabdian, dan dukungan penuh para tokoh masyarakat Samatiga yang ikut menyumbang.

“Bantuan yang kita kumpulkan sekitar Rp 7.155.000, ini memang tidak seberapa jika dilihat dari jumlahnya, akan tetapi ini bentuk kepedulian kita yang kami kedepankan,” kata Mahfud Syukur yang ikut didampingi pengurus IPMS Cabang Banda Aceh.

Ia mengapresiasi para mahasiswa yang telah berkorban dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dengan berinisiatif membantu korban kebakaran.

“Terlebih korban merupakan janda miskin atau kurang mampu seperti di Desa Suak Geudeubang yang dialami Nek Aisyah,” ucapnya.

“Kita berharap para mahasiswa Samatiga semuanya memiliki jiwa sosial yang tinggi yang bisa membantu antar sesama, sehingga semakin bermanfaat terhadap masyarakatnya banyak," kata Marhaban.

Sementara itu, Keuchik Suak Geudubang, Yusuf Saifuddin menyebutkan, peristiwa kebakaran terjadi usai Shalat Magrib.

Dampaknya, api menghanguskan rumah Nek Aisyah yang hanya tinggal bersama dengan cucunya.

“Alhamdulillah, dengan adanya bantuan ini saya sangat bahagia,” kata Nek Aisyah.

Disebutkan Nek Aisyah, kejadian itu tepat setelah dirinya melaksanakan Shalat Maghrib pada malam takbiran Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved