Pidie

DDII Aceh Gelar Halal Bihalal di Pidie

Eksistensi dakwah kedepan semakin tinggi tantangannya dengan perkembangan teknologi informasi yang menggerus sendi kehidupan umat muslim.

Penulis: Idris Ismail | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Ketua DDII Aceh Prof Dr H Muhammad AR MA menyampaikan pengarahan strategi pengembangan dakwah kepada pengurus DDI, DMI dan Aswaliyah Kabupaten Pidie pada acara Halal Bil Halal di Kediaman H Munir Muhammad SH MH, Senin (15/4/2024) 

Laporan Idris Ismail | Pidie 

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) Aceh bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI), Aswaliyah serta Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Pidie menggelar halal bil halal di kediaman mantan ketua DDII Pidie, Tgk H Munir Muhammad SH MH atau persisnya di Gampong Paloh, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, Senin (15/4)2024).

Dalam momen saling bermaafan itu atau halal bil halal turut dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat, seperti Ir H Zakaria A Gani, Ir H Amin Affan , Drs H Badruddin Puteh, Drs H Abdullah AR MAg yang juga selaku kepala Kankemenag Pidie, Dr Tgk H Maufakkir Muhammad MA dan mantan Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TN Daud ST.

Menariknnya dalam pertemuan selama dua jam itu sosok guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Banda Aceh, Prof Dr TgkH Muhammad AR MA selaku ketua DDII Aceh turut menyampaikan pengembangan langkah dakwah kedepan. 

“Eksistensi dakwah kedepan semakin tinggi tantangannya apalagi kecanggihan teknologi alam Maya yang terus menggerus berbagai sendi kehidupan umat muslim,"sebutnya.

Maka dengan mentalitas yang membaja yaitu ketaqwaan yang tinggi kepada Allah SWT serta mengamalkan segala Sunnah Baginda Rasulullah Muhammad SAW menjadi perisai dalam melakukan dakwah ditengah umat. Perkembangan dunia yang semakin canggih, maka semakin canggih pula dalam menyebar dakwah lewat konten media sosial (Medsos). Konten Medsos memberikan peran besar dan efektif dalam mempengaruhi psikologi pemegang gadget

Kendati demikian bagi sosok Penda'i musti mengedepankan sikap-sikap yang mempunyai menjadi magnet bagi mad'u. Diantaranya berjiwa Qanaah, Pemaaf, Taqwa, Dermawan, Amanah serta jangan pernah dikenang atau ria. Maka sosok menjadi da'i kedepankanlah  apa yang  disampaikan harus dilakukan sesuai apa yang telah di dakwahkan ditengah umat. Maka sosok Penda'i itu samahkany seperti cermin. Harus bersih atau kinclong agar setiap orang bercermin dapat melihat dengan transfaran.

“Sebagai sosok penyeru kepada kebajikan dijalan Allah SWT,  maka nasehat menasehati menjadi bumbu kehidupan yang senantiasa dijadikan sebagai makan pokok," ungkapnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved