Sabtu, 11 April 2026

Rohingya

Rohingya Kabur, Pemerintah Khawatir Terjadi Perdagangan Manusia di Aceh Barat

Sementara sejauh ini sudah 8 etnis Rohingya yang kabur dari tempat penampungan sementara, dan dari jumlah mereka 75 orang kini tinggal 67 orang lagi,

Penulis: Sadul Bahri | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Asisten I Setdakab Aceh Barat, T Samsul Alam. 

Laporan Sa'dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat khawatir terjadinya perdagangan manusia melibatkan etnis Rohingya yang kini satu per satu hilang dari tempat penampungan sementara di komplek perkantoran bupati di Meulaboh.

Sementara sejauh ini sudah 8 etnis Rohingya yang kabur dari tempat penampungan sementara, dan dari jumlah mereka 75 orang kini tinggal 67 orang lagi, dan tidak tertutup kemungkinan hal yang sama akan terjadi lagi di saat petugas lengah.

“Ada dua hal yang kita khawatirkan terjadi, yaitu penyelundupan dan perdagangan manusia, dan kita doa semoga saja hal ini jangan terjadi,” kata Asisten I Setdakab Aceh Barat, T Samsul Alam kepada Serambinews.com, Rabu (17/4/2024), yang juga sebagai salah satu pihak penanggung jawab terhadap keberadaan etnis Rohingya tersebut.

Kekhawatiran tersebut jika terjadi tentu pihak petugas akan ikut diperiksa, karena dianggap lengah atau lalai dalam tugas.

Baca juga: Lagi, Gadis Rohingya di Aceh Barat Dibawa Lari Mafia, Pelaku & Petugas Sempat Kejar-kejaran di Jalan

Guna mengantisipasi terhadap masalah tersebut pihaknya terus meningkatkan pengawasan di tempat penampungan sementara.

Petugas dari Satpol PP telah ditempatkan di lokasi dan bekerja dengan semaksimal mungkin, meski mereka tak ada upah yang bisa mereka dapatkan atas penambahan pekerjaan tersebut.

Sementara menyangkut dengan kaburnya sejumlah etnis Rohingya tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat tidak ada kewenangan melakukan pencarian terhadap mereka yang telah meninggalkan tempat penampungan sementara, sehingga tidak diketahui dimana mereka saat ini.

Akan tetapi, menyangkut dengan Rohingya yang hilang tersebut pihaknya mengimbau semua masyarakat jika melihat keberadaan mereka untuk segera lapor kepada pihak kepolisian setempat atau pemerintah Aceh Barat.

Namun pihaknya tetap melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian setempat atau aparat keamanan.

Disebutkan, ketika terjadi pelarian yang terakhir, salah satu petugas dari Satpol PP nyaris mengalami kecelakaan saat melakukan pengejaran.

Satu Rphingya yang lari tersebut dijemput dengan minibus Avanza, dimana petugas saat berusaha menghadangnya mobil tersebut melaju dengan kencang, sehingga tidak dapat dihala.

Disebutkan, bahwa dalam tim yang mengawasi keberadaan Rohingya tersebut melibatkan banyak pihak, di antaranya dari kepolisian, TNI, Bais, BIN dan sejumlah pihak lainnya.

Sehingga tanpa dilaporkan tentu semua instansi terkait mengetahui akan hal tersebut, karena ada anggota masing-masing di sana.

Lebih lanjut, pihaknya membenarkan bahwa ada dua etnis Rohingya yang sedang menjalankan pemeriksaan di Polres Aceh Barat yang diduga terkait persoalan Rohingya di Aceh Barat.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved