TOPIK
Rohingya
-
Menanggapi hal tersebut, Aktivis perempuan dan anak Aceh Selatan Lembaga Pemberdayaan Putri Selatan (LP2S) Hartini meminta pihak Imigrasi dan UNHCR se
-
Sementara sejauh ini sudah 8 etnis Rohingya yang kabur dari tempat penampungan sementara, dan dari jumlah mereka 75 orang kini tinggal 67 orang lagi,
-
Terkait hal tersebut, pihaknya juga belum memberikan penjelasan apakah sejumlah yang lari tersebut akan
-
Mayat yang ditemukan itu berjenis kelamin laki-laki, dan setelah dievakuasi langsung dibawa ke RSUD Teuku Umar Aceh Jaya.
-
Forum ini dihadiri oleh delegasi dari Australia, Bangladesh, Belgium, Malaysia, India, Indonesia, New Zealand, Thailand dan Vietnam.
-
Ulama Aceh Abi Hasbi Albayuni meminta kepada masyarakat untuk menghentikan suara penolakan terhadap pengungsi Rohingya.
-
Video tersebut disertai dengan narasi yang menyebut pengungsi Rohingya membakar sebuah gudang di Aceh akibat tidak diberi sejumlah uang.
-
Kejadian kebakaran itu terjadi sekitar pukul 1:00 waktu setempat, dan api berhasil dipadamkan pukul 04:00 waktu setempat.
-
"Kondisi di sana sangat memprihatinkan, air bersih tidak ada, pasokan makanan harus disupport dari desa setempat,”
-
Pria etnis Rohingya ini sudah 20 tahun tinggal di Indonesia dengan nama Sofi, lalu berubah menjadi Mohammad Sofi dan masuk dalam dokumen kependudukan.
-
Pria etnis Rohingya ini sudah 20 tahun tinggal di Indonesia dengan nama Sofi, lalu berubah menjadi Mohammad Sofi dan masuk dalam dokumen kependudukan.
-
"Kondisi di sana sangat memprihatinkan, air bersih tidak ada, pasokan makanan harus disupport dari desa setempat,”
-
Poster tersebut adalah hoaks. Tidak ditemukan lembaga bernama Dewan Pusat, baik di pemerintahan Amerika Serikat maupun PBB.
-
Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengatakan ada 70 juta pengungsi Rohingya akan tinggal di Indonesia merupakan informasi tidak benar.
-
Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengatakan ada 70 juta pengungsi Rohingya akan tinggal di Indonesia merupakan informasi tidak benar.
-
Faktanya, klaim pengungsi Rohingya sengaja dikirim ke Indonesia agar teralihkan dari isu Palestina tidak sesuai fakta.
-
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah mencatat sejumlah informasi palsu sejak gelombang kedatangan pengungsi Rohinya ke Indonesia.
-
“Serangan tersebut bukanlah sebuah tindakan yang terisolasi, namun merupakan hasil dari kampanye online yang terkoordinasi yang berisi misinformasi"
-
Video tersebut disertai narasi "Hari Ini Menlu RI Retno Marsudi dengan Lantang Bersuara di Forum Dunia (PBB) agar Rohingya di Pulangkan ke Myanmar"
-
Disisi lain, Rektor UTU Meulaboh ini juga meminta keberadaan pengungsi Rohingya di Aceh harus memiliki batas waktunya.
-
"Awalnya kami hitung 147. Setelah itu hitung kembali ternyata 156. Rupanya ada yang kakinya kena ikan dibawa berobat. Sebagian ikut antar,”
-
AP News dalam laporannya menyinggung dengan aksi sekelompok mahasiswa Aceh yang pada Rabu (27/12/2023) mengepung pengungsi Rohingya di Banda Aceh.
-
"Masalah penampungan itu nanti ditentukan dari pusat, kita akan melapor bagaimana mekanismenya," ucap Pj Gubernur Sumut.
-
Nahkoda kapal disebut-sebut telah berpindah ke kapal lain sebelum kapal yang membawa 147 pengungsi Rohingya ini mendarat di Pantai Mercusuar.
-
Surat Terbuka itu untuk mencegah krisis yang lebih parah lagi akibat disinformasi yang tajam di masyarakat yang diserbarkan di platform media sosial.
-
BEM USK dan PEMA Al Washliyah mengutuk sekaligus menegaskan tidak ikutan aksi melempar para pengungsi Rohingya di Balai Meuseuraya Aceh, Rabu (27/12).
-
Seorang ibu Rohingya, tak henti-hentinya memikirkan nasib putranya, Muhammad Ansar (14), yang pamit untuk pergi ke Indonesia.
-
Badan PBB tersebut mengatakan setidaknya satu penumpang kapal tersebut telah meninggal, dan belasan lainnya berada dalam kondisi kritis.
-
AS juga mendorong negara-negara ketiga untuk memperluas pemukiman kembali warga Rohingya, kata Departemen Luar Negeri AS
-
Ini merupakan tanda terbaru memburuknya keamanan di kamp-kamp bantuan yang penuh sesak di negara tersebut.
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved