Selasa, 21 April 2026

Kajian Islam

Harus Punya Tekad Kuat, Ini 3 Cara Bertaubat dari Dosa Besar Sesuai Syariat Islam

Allah SWT yang Maha Agung dan Kuasa memberikan kesempatan pada manusia untuk bertaubat dari dosa besar dengan cara taubat nasuha.

|
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Amirullah
Freepik
Ilustrasi berdoa dan bertaubat meminta ampun atas kesalahan dan dosa-dosa. 

Itu sebagai tanda bahwa ia telah menyesal atas dosa di masa lalu.

Lebih lanjut, tanda orang yang menyeseli dosanya, kata Imam Nawawi ialah bergetarnya hati dan menetesnya air mata.

Pasalnya, tanda-tanda itu benar-benar datang dari lubuk hatinya. Dengan deraian air mata, diharapkan penyesalannya kekal dan tidak akan tercebur pada lobang dosa lagi.

2. Bertekad Mengulangi Dosa

Kedua, bertekad dalam hati tidak mengulangi dosa lagi. Ini adalah tahapan kedua dalam taubat.

Setelah menyesal, seorang memperkuat niat itu dengan bertekad tidak akan mengulangi dosa besar masa lalu itu.

Untuk itu, seyogianya juga meningkatkan kualitas diri, melakukan perbuatan yang lebih baik.

3. Selesaikan Urusan dengan Sesama Manusia

Ketiga, syarat berikutnya ialah ialah menyelesaikan urusannya dengan hamba Allah. Syarat ini penting sekali.

Urusan manusia memang harus diselesaikan, sebab Allah menjamin hak-hak anak Adam.

Dan hal yang paling penting adalah niat serta usaha untuk menyelesaikannya.

Syaikh Nawawi al-Bantani menjelaskan, seseorang yang telah berniat untuk melunasi hutangnya namun tak keburu terlunasi karena tak mampu dan meninggal, ia takkan ditagih di akhirat sebab ia telah membawa niat baik untuk melunasinya.

Sebab Rasulullah Saw bersabda dalam sebuah hadis shohih riwayat Muslim:

“Orang yang pernah menzhalimi saudaranya dalam hal apapun, maka hari ini ia wajib meminta perbuatannya tersebut dihalalkan oleh saudaranya, sebelum datang hari dimana tidak ada ada dinar dan dirham.

Karena jika orang tersebut memiliki amal shalih, amalnya tersebut akan dikurangi untuk melunasi kezhalimannya. Namun jika ia tidak memiliki amal shalih, maka ditambahkan kepadanya dosa-dosa dari orang yang ia dhalimi”. (HR. Bukhari no.2449).

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved