Thalasemia
Lebih dari 700 Penyintas Thalasemia di Aceh Butuh Transfusi Darah
Selain para penyintas Thalasemia, ada banyak kondisi lainnya yang membuat seseorang membutuhkan transfusi darah.
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Indra Wijaya | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ketua PMI Kota Banda Aceh, Ahmad Haeqal Asri menyebutkan lebih dari 700 penyintas Thalasemia di Aceh membutuhkan transfusi darah setiap jumlahnya.
Dia mengatakan, jumlah tersebut belum termasuk pasien yang membutuhkan darah di rumah sakit. Menurutnya untuk memenuhi stok darah itu, merupakan tanggung jawab dari masyarakat Aceh, bukan hanya PMI saja.
“Para penyintas thalasemia secara rutin membutuhkan transfusi darah setiap bulannya. Selain itu, ada banyak kondisi lainnya yang membuat seseorang membutuhkan transfusi darah, seperti pasien operasi, kecelakaan, kanker, ibu hamil, dan lainnya,” kata Haeqal usai kegiatan donor darah sukarela di Kantin AAC Dayan Dawood USK, Banda Aceh.
"Makanya donor darah itu sangat penting, karena itu (donor darah) bukan hanya tanggung jawab kami, tapi kita semua masyarakat Aceh karena pasien yang butuh darah itu sangat banyak,” sambungnya.
Karena hal itu, ia mengajak agar mahasiswa umumnya, dan masyarakat khususnya, bisa menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Dengan begitu, tingkat kesadaran generasi muda akan donor darah juga akan meningkat. Dampak jangka panjangnya, ujar Haeqal, akan memudahkan pasien yang membutuhkan transfusi darah mendapatkan darah.
Di samping itu, Haeqal berharap, Universitas Syiah Kuala dapat memberi poin atau nilai tambahan untuk mahasiswa yang rutin berdonor, karena donor darah juga bagian dari aksi nyata mahasiswa untuk masyarakat.
"Poin atau nilai tambah ini akan menambah semangat mahasiswa untuk donor darah tanpa paksaan, walaupun selama in donor darah sifatnya sukarela. Tapi kalau ada nilai tambah dari universitas, itu bisa menjadi penambah semangat," ujar Haeqal.
Sementara itu, Wakil Rektor III Universitas Syiah Kuala, Prof Mustanir mengatakan, PMI dan lembaga lainnya seperti perguruan tinggi harus bersinergi untuk kegiatan donor darah. Ia menyebutkan, saat ini berbagai fakultas di USK sering menyelenggarakan kegiatan donor darah.
Lanjutnya, ke depan kampus akan memberikan apresiasi kepada fakultas yang paling banyak menggelar giat donor darah.
Selain itu kata Mustanir, pihaknya akan memasukkan aktivitas donor darah dalam kegiatan sosial yang nantinya bisa menjadi poin tambah bagi mahasiswa yang ingin menyelesaikan studi.
Menurutnya, kegiatan donor darah perlu terus digalakkan dan digencarkan secara publikasi. Selama ini, lanjut Mustanir, kegiatan donor darah di lingkungan USK kurang publikasi. Jika publikasi gencar bisa menarik lebih banyak pendonor untuk datang ke lokasi.
"Nanti akan dilakukan skema konversi SKP bagi mahasiswa yang rutin donor darah. Jadi semangat ini memang harus kita tumbuhkan agar mahasiswa punya kepedulian,” katanya.(*)
| Kejagung Tetapkan 7 Tersangka dalam Kasus Korupsi Pengadaan Minyak di Petral, Berikut Daftarnya |
|
|---|
| Banyak tidak Tahu, Kopi Naikkan Tekanan Darah, Tapi tak Sebabkan Hipertensi |
|
|---|
| VIDEO Harga Plastik Melonjak hingga 80 Persen, Pedagang dan UMKM di Sabang Mengeluh |
|
|---|
| Bupati TRK Harapkan Presiden Resmikan Sekolah Rakyat di Nagan, Target Rampung Juli 2026 |
|
|---|
| M Jamil Kepala Dusun IV Geulumpang Payong Abdya yang Hilang Digunung Serah Panyang Belum Ditemukan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/aksi-darah.jpg)