Berita Banda Aceh

Thantawi Ishak Dalam Kenangan

Sukses menjalankan tugas sebagai Sekda di tengah tingginya dinamika sosial Aceh pada rentang waktu 2001-2006, menjadi bukti kombinasi kecerdasan, kelu

|
Editor: mufti
SERAMBINEWS.COM/FOR SERAMBINEWS
Pj Sekda Aceh, Azwardi AP, M.Si memimpin pengantaran terakhir atas meninggalnya Sekda Aceh periode 2001-2006, Thantawi Ishak di Banda Aceh, Minggu (28/4/2024). 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Thantawi Ishak berpulang ke rahmatullah pada Sabtu (27/4/ 2024) sekitar pukul 20.54 WIB. Almarhum mengembuskan napas terakhir pada usia 78 tahun, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.

Thantawi sudah beberapa waktu dirawat di rumah sakit itu. Sejumlah pejabat Pemerintah Aceh sudah membesuknya, termasuk Penjabat Gubernur Aceh Bustami Hamzah dan Penjabat Sekda Aceh Azwardi.

Sepanjang pengabdiannya, pria yang lahir di Montasik pada 26 Februari 1946 itu merupakan sosok pekerja keras.  Thantawi punya ingatan kuat, rendah hati, dan gemar menyapa hingga akrab dengan siapa saja. Dia berada di  puncak karier pemerintahan, yaitu sebagai Sekda  Aceh dalam kurun waktu tahun 2001 sampai dengan 2006. Thantawi pensiun pada 1 Maret 2006.

Sukses menjalankan tugas sebagai Sekda di tengah tingginya dinamika sosial Aceh pada rentang waktu 2001-2006, menjadi bukti kombinasi kecerdasan, keluwesan dan ketangguhan kepemimpinan penyelengaraan Pemerintahan Aceh. Thantawi menjadi Sekda pada masa-masa sulit. Dia mengalami masa Aceh konflik hingga peristiwa besar gempa bumi dan tsunami 2004. Dia menjalani jabatan Sekda ditengah hiruk pikuk perjalanan lahirnya Perjanjian Damai Aceh di Helsinki pada 2005.

Memulai karier sebagai PNS pada tahun 1968, Thantawi ditempatkan pada biro hukum. Selanjutnya dia berturut-turut menjadi Kabag pada DPRA, Kepala Biro Hukum, Sekretaris DPRA, Asisten Pemerintahan dan Hukum, hingga kemudian Sekda Aceh.

Setelah pensiun pada 2006, Thantawi tetap aktif. Usia tidak menghambat aktifitas sosial dan kemasyarakatan. Setelah pensiun diembankan amanah sebagai Ketua KONI Aceh, Wakil Ketua PMI, Ketua Yayasan Jantung Sehat, Ketua Pelti dan Ketua Yayasan Politeknik Venezuela. Pun dalam lingkungan Pemerintahan Aceh, almarhum terlibat dalam Tim LKPJ Gubernur  Aceh.

Dengan segenap kontribusinya untuk masyarakat bahkan dalam usia senja, Pj Gubernur Aceh menyebut bahwa Aceh kehilangan putra terbaik. Pj Sekda Aceh Azwardi saat melayat ke rumah duka juga menyatakan hal yang sama. 

"Hari ini, kita berkumpul dalam kepedihan yang mendalam atas berpulangnya seorang tokoh yang sangat dihormati dan dicintai di tengah-tengah kita," kata Azwardi membacakan pernyataan Penjabat Gubernur.

Sekda Aceh mengatakan, sebagaimana diketahui, almarhum Thantawi Ishak adalah sosok yang tidak hanya dikenal sebagai birokrat dan teknokrat yang profesional dan berprestasi, namun juga sebagai pemimpin yang tegas dan sangat mengayomi.

"Beliau memimpin dengan integritas, dedikasi, dan kebijaksanaan yang luar biasa, menjadikan setiap langkah yang diambilnya sebagai ladang kebaikan bagi Aceh dan seluruh rakyatnya," kata Sekda Aceh.

Dalam setiap keputusan dan tindakan, almarhum Thantawi disebut selalu mempertimbangkan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas utama. "Beliau adalah teladan bagi kita semua dalam memperjuangkan keadilan, kesejahteraan, dan kemajuan bagi tanah air kita tercinta ini. Tidak hanya sebagai seorang pemimpin, almarhum juga adalah sosok ayah yang disayangi oleh keluarga tercinta.

Kehadirannya tidak hanya dirasakan oleh kami yang berada di ranah publik, namun juga dalam kehangatan dan kasih sayang yang beliau curahkan kepada keluarganya," katanya.(sak)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved