Perang Iran vs Israel

Israel Dicap Pengecut oleh Yaman: Zionis Pilih Serang Gaza dengan Metode Teroris daripada Lawan Iran

“Israel saat ini adalah entitas kriminal dan agresif yang menggunakan metode teroris. Israel pengecut untuk menanggapi serangan Iran,"

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
Twitter-X/Twitter-X
Pengawal Revolusi Iran meluncurkan Drone Kamikaze dan Rudal Balistik, ke Israel, Minggu (14/4/2024). Apa itu Operasi Janji Setia? Serangan balas dendam Iran kepada Israel buntut tewasnya jenderal IRGC. 

Dalam wawancaranya dengan RT, Amer menunjuk pada dukungan Yaman yang tak tergoyahkan terhadap warga Palestina dengan menyerang kapal-kapal yang terkait dengan Israel di Laut Merah.

 “Operasi kami terdiri dari dua tujuan; yang pertama adalah mendukung rakyat Palestina yang tertindas dengan menghalangi kapal-kapal Israel menuju pelabuhan-pelabuhan Palestina yang diduduki,”

“Tujuan kedua dari operasi kami adalah untuk menanggapi agresi AS dan Inggris terhadap negara kami,” kata pejabat Ansarullah itu.

“Kami melakukan ini dengan memblokir navigasi AS dan Inggris di Laut Merah,”

“Melalui operasi ini, kami berupaya, pertama-tama, untuk menghentikan agresi di Gaza dan mencabut blokade yang diberlakukan terhadapnya,”

“dan kedua, untuk mempertahankan kedaulatan Yaman. Dan Insya Allah pekerjaan ini akan terus kami lanjutkan,” tambahnya.

Baca juga: Hizbullah Ledakan Tank Merkava Milik Israel, Serangan Balik Iran Bakal Ditandai ‘Hari Peringatan’

Amer juga memberikan tanggapan positif ketika ditanya apakah gerakan perlawanan Yaman mampu menghadapi potensi perang skala besar dengan Israel dan Barat.

“Saat ini, kita berperang melawan kekuatan Barat yang mendukung Israel dan memiliki teknologi yang lebih maju dan modern,”

“Meski demikian, mereka belum mampu menghentikan operasi kami di Laut Merah,” ujarnya.

“Kami memiliki tekad dan ketekunan yang cukup besar. Kami juga didukung oleh rakyat dan memiliki senjata yang telah kami kembangkan selama bertahun-tahun,”

“Kita bisa melawan lawan mana pun dan bereaksi terhadap kejadian apa pun,”

“Kami tidak pernah menyerah atau menyerah. Doktrin kami adalah perlawanan sampai kemenangan penuh,” tambahnya.

Perang Israel, yang dilancarkan setelah Badai al-Aqsa, sebuah operasi pembalasan oleh kelompok perlawanan yang berbasis di Gaza, sejauh ini telah menewaskan sedikitnya 34.622 orang Palestina, sebagian besar dari mereka adalah wanita dan anak-anak.

Lebih dari 77.700 warga Palestina juga menderita luka-luka akibat agresi barbar tersebut, sementara ribuan lainnya masih belum ditemukan.

(Serambinews.com/Agus Ramadhan)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved