Senin, 13 April 2026

Berita Pidie

Angka Pernikahan Tinggi, 358 Pasangan Ijab Kabul di Bulan Syawal

Dijelaskan Tgk Isafuddin, dari catatan hingga menjelang akhir bulan Syawal 1445 H atau bertepatan 27 Syawal tercatat ada 358 pasangan

|
Penulis: Idris Ismail | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL
RESEPSI PERNIKAHAN: Salah satu pasangan Nikmal Abdu MAg dan Amalia Sabrina SPd merayakan pesta pernikahan di gedung Pidie Convention Center (PCC) Pidie, Minggu (5/5/2024) setelah sebelumnya melakukan ijab kabul pernikahan beberapa hari lalu di bulan Syawal 1445 H. SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL 

Dijelaskan Tgk Isafuddin, dari catatan hingga menjelang akhir bulan Syawal 1445 H atau bertepatan 27 Syawal tercatat ada 358 pasangan

Laporan Idris Ismail I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Sebanyak 358 pasangan yang tersebar di 23 kecamatan di Kabupaten Pidie pasca lebaran Idul Fitri atau bertepatan bulan Syawal melakukan ikrar ijab kabul atau pernikahan.

'Salah satu bulan terbaik dalam anjuran agama Islam untuk melepas masa lajang adalah pada bulan Syawal atau pasca perayaan hari raya Idul Fitri, " sebut Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Pidie, Drs H Abdullah AR MAg melalui Kepala Seksi (Kasie) penyuluh agama, Tgk Isafuddin SHI MH kepada Serambinews.com, Senin (6/5/2024).

Dijelaskan Tgk Isafuddin, dari catatan hingga menjelang akhir bulan Syawal 1445 H atau bertepatan 27 Syawal tercatat ada 358 pasangan yang telah melakukan ijab kabul pernikahan secara resmi.

Terutama di 23 Kantor Urusan Agama (KUA) sebanyak 189 pasang dan diluar KUA terutama pada sakral masjid-masjid serta kediaman pihak calon istri atau dara baro yaitu sebanyak 169 pasang.

Menurut ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Nahdhatul Ulama Pidie itu bahwa bukan Syawal menjadi puncak pasangan muda-mudi dalam melepaskan masa lajang untuk menuju gerbang pernikahan.

Sebenarnya, ada lima bulan terbaik dalam agama Islam yang dianjurkan untuk mengikat hubungan lewat dengan melangsungkan pernikahan. Selain pada bulan Syawal, juga pada bulan Muharram, Dzulqa'dah, Syakban, serta Rabiul Awal.

'Memang, menikah itu di waktu kapan saja dan tidak ada larangan. Namun sebagai anjuran yang baik dilakukan pernikahan bagi generasi muda Islam adalah di lima bulan terbaik tersebut,"ujarnya.

Ditambahkan juga, dari lima bulan untuk melepas masa lajang itu memiliki kelebihan masing-masing. Sebab, Baginda Rasulullah Muhammad SAW kerap melangsungkan pernikahan ataupun mempersunting istri tercintanya di lima bulan terbaik itu.

'Kemungkinan besar pasangan yang melangsungkan pernikahan disisa bukan Syawal serta empat bulan terbaik di Pidie akan terus bertambah seiring perjalanan waktu,"ungkapnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved