Jumat, 17 April 2026

Berita Aceh Tamiang

Perawat Sering Dikambinghitamkan, PPNI Aceh Tamiang Minta Legalitas

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Aceh Tamiang meminta produk legalitas untuk meningkatkan profesionalitas perawat

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA
Ketua PPNI Aceh Tamiang, Muhammad Nukh (kanan) berharap legalitas perawat agar tidak selalu dikambing-hitamkan atas menurunnya pelayanan di RS. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Aceh Tamiang meminta produk legalitas untuk meningkatkan profesionalitas perawat.

Hal ini disampaikan Ketua PPNI Aceh Tamiang, Muhammad Nukh menyikapi banyaknya tudingan miring terhadap kinerja perawat.

“Perawat selalu menjadi kambing hitam, selalu tempat amarah keluarga pasien,” kata Nukh, Minggu (19/5/2024).

Nukh mempertegas keluarga pasien merupakan sosok yang paling sering melampiaskan amarahnya kepada perawat.

Padahal tugas dan tanggung jawab perawat hanya terhadap pasien.

“Sejauh ini perawat masih banyak difunngsikan ke tugas lain, di luar tugas profesinya, sehingga apa yang telah dilakukan dinilai salah,” papar Nukh.

Baca juga: Kisah Perawat AS di Gaza yang Terenyuh dengan Penderitaan Anak Yatim Palestina Korban Bom

Keberatan ini sudah disampaikan Nukh dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) yang diadakan RSUD Muda Sedia, beberapa waktu lalu. 

Dia pun berharap manajemen rumah sakit menyusun legalitas untuk melindungi profesi perawat dari sasaran keluarga pasien.

Direktur RSUD Muda Sedia, Andika Putra ketika itu menjelaskan tujuan FKP untuk memperbaiki kualitas pelayanan.

Sejumlah pihak yang dilibatkan dalam FKP ini dimintanya memberi masukan dalam menyusun standar pelayanan.

“Kami menilai untuk menyusun standar ini harus melibatkan eksternal, karena pihak luar yang bisa menilai kami,” kata Andika.

Baca juga: PPNI Nagan Raya Serahkan Bingkisan ke Perawat RSUD SIM di Malam Lebaran Idul Fitri

Sejauh ini Andika mengatakan manajemen RSUD Muda Sedia sudah menyediakan sistem layanan pengaduan. 

Namun fasilitas ini kurang dimiinati masyarakat karena cenderung lebih suka menyampaikan keluh kesahnya di media sosial.

“Kami sadari banyak kekurangan, makanya kami butuh masukan untuk meningkatkan mutu standar, ke depan mungkin kami perlu menjajaki kerja sama dengan media sosial juga,” kata Andika. (mad)

Baca juga: VIDEO Iron Dome Israel Kembali Error, 30 Roket Hizbullah Bersarang ke Israel

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved