Info Haji

Jamaah Bantu Jamaah, Potret Kepedulian dan Berburu Kebaikan Musim Haji di Tanah Suci

seorang bapak mendorong kursi roda berisi jamaah wanita lengkap mukena putih meluncur menuju pintu gerbang no 333 Masjid Nabawi Madinah Almunawarah

Penulis: Khalidin | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN UMAR BARAT
Widodo, jamaah kelompok terbang (kloter) 8 asal Kota Bima, Nusa Tenggara Barat dengan semangat membantu jamaah wanita dengan kursi roda menuju Masjid Nabawi Madinah Almunawarah, Rabu (22/5/2024). Semangat berbuat kebaikan dilakukan Widodo bersama sang istri yang bergantian membantu jamaah wanita tersebut karena kesulitan berjalan. 

Laporan Khalidin Umar Barat dari Arab Saudi

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM – Matahari siang di Kota Madinah Almunawarah, Rabu (22/5/2024) tepat di atas ubun-ubun dengan terik yang menyengat ke sekujur tubuh. 

Seperti biasa, suhu di Arab Saudi berada pada 41 derejat celcius.

Tampak dari kejauhan seorang bapak mendorong kursi roda berisi jamaah wanita lengkap mukena putih meluncur menuju pintu gerbang no 333 Masjid Nabawi Madinah Almunawarah.

Wartawan Serambi Indonesia Khalidin Umar Barat selaku anggota Media Center Haji (MCH) 2024 di Arab Saudi awalnya mengira jika wanita yang didorong tersebut adalah istri si bapak.

Saat disapa, ternyata jamaah haji wanita yang duduk di kursi roda tersebut merupakan tetangga pria bernama Widodo.

Widodo, adalah jamaah kelompok terbang (kloter) 8 asal Kota Bima, Nusa Tenggara Barat termasuk wanita yang dia dorong dengan kursi roda tersebut.

“Ini tetangga, ummi. Saya membantu dorong, karena kasihan,” kata Widodo.

Hal itu dibenarkan jamaah wanita tersebut yang mengaku jika Widodo dan istri sangat sayang padanya karena selalu dibantu mulai saat berangkat dari tanah air.

Widodo bersama istri bergantian mendorong Ummi saat akan shalat ke Masjid Nabawi dan ketika pulang ke hotel.

Dari hotel, biasa yang mendorong adalah Widodo lalu setelah tiba di pintu gerbang dilanjutkan sang istri lantaran lokasi shalat pria dan wanita terpisah.

Baca juga: Bacaan Niat Puasa Arafah, Puasa Sunnah sebelum Lebaran Haji, Pahalanya Hapus Dosa Setahun

Pria yang merupakan sosok guru di Kota Bima, NTB ini pun mengaku tak menjadi soal untuk tetap mendorong jamaah wanita yang masih satu rombongan dengannya.

Dia dan istri memang sudah bertekad untuk berburu kebaikan saling bantu dengan sesama jamaah.

“Tukang dorong saya ini pak, kata jamaah wanita yang di atas kursi roda saat disapa wartawan,” lalu dibalas jamaah lainnya “semua sayang ummi,” kata mereka

Pantauan di lapangan saling bantu sesama jamaah merupakan pemandangan yang sehari-hari dapat disaksikan di musim haji sekitar Masjid Nabawi.

Para jamaah bukan hanya berburu melaksanakan amal ibadah di Masjid Nabawi tapi juga berlomba mencari kebaiakan seperti saling membantu sebagaimana dilakukan Widodo.

Selain para jamaah, berburu kebaikan juga dilakukan para Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.

Sebagaimana para tim Media Center Haji (MCH) di Arab Saudi, selain bertugas mencari dan menyebarkan informasi seputar pelaksanaan haji dan jamaah di tanah suci, para insan media ini juga acap berburu kebaikan.

Setiap waktu para tim MCH wara wiri di seputaran Masjid Nabawi guna memantau para jamaah yang mengalami kendala seperti lupa arah pulang ke hotel, atau kelupaan tempat meletakkan sandal maupu yang sakit.

Sebab, setiap saat ada saja jamaah yang terpaksa berputar-putar keliling areal hotel lantaran tak tau arah jalan pulang hingga nyasar ke mana-mana.

Momen ini menjadi ladang amal kebaikan bagi para petugas haji untuk membantu para jamaah mengantarkan ke lokasi penginapan atau mempertemukan dengan rombongan.

Baca juga: Hari Ini, 63.820 Jemaah Haji Indonesia Sudah Tiba di Madinah, 7 Orang Wafat

Kasus jamaah lupa arah pulang kerap terjadi. Seperi dialamai Ruqoyah, 65. Ia sempat panik karena setelah salat Isya berjamaah di Masjid Nabawi tidak tau arah pulang ke hotel.

Berjalan ke sana ke mari demi mencari hotel tempat dia menginap. Sampai akhirnya dia didatangi oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi yang sedang berkeliling.

Petugas itu lantas mengantar jemaah haji asal Bojonegoro itu ke hotelnya. "Matursuwun nggeh mas. Ngapunten ngerepoti (terimakasih mas. Mohon maaf merepotkan, Red)," kata Ruqoyah.

Tidak  hanya Ruqoyah yang mengalami hal itu. Begitu banyak jemaah haji Indonesia yang mengalami insiden serupa. Terutama para jamaah lansia.

Hampir setiap hari, selalu ada jemaah yang tersesat. Rata-rata mereka bingung saat hendak keluar Masjid Nabawi gara-gara lupa di mana pintu saat pertama dia masuk.

Wanita bernama Pari Sultani ini sempat terdampar di pelataran Masjid Nabawi akibat terpisah dengan rombongannya, Rabu (15/5/2024) tengah malam Waktu Arab Saudi (WAS).

Kala itu, Tim 1A Media Center Haji beranggotakan beranggotakan Khalidin Umar Barat Jurnalis Harian Serambi Indonesia, Aris Imam Masyudi wartawan Jawapos, Hikmah Romalina (Pendis Kemenag RI)  dan Rena Fitria TV9 sedang melaksanakan tugas di sekitar Masjid Nabawi.

Wara wiri di seputaran hotel dan Masjid Nabawi menjadi aktivitas rutin bagi tim MCH dalam melaksanakan tugas peliputan hingga membantu para jamaah haji Indonesia.

Dalam beberapa hari terakhir menemui sejumlah jamaah lupa arah pulang ke hotel. Tim MCH pun langsung cekatan berinisiatif memberi bantuan untuk mengantarkan para jamaah yang lupa jalan ke hotel.

Kehadiran petugas haji Indonesia di sekitar Masjid Nabawi pun menjadi akrab bagi jamaah tak terkecuali warga asing.

Baca juga: Mimpi Kakek Suroso Berhaji Terwujud atas Bakti Sang Putri Pertamanya

Bukan hanya warga Indonesia, jamaah asing juga tidak segan-segan menanyakan petunjuk jalan atau meminta bantuan  jika berjumpa dengan petugas haji Indonesia.

Hal inilah yang dialami Petugas Penyelenggara Ibdah Haji Indonesia dari Media Center Haji Rabu (15/5/2024).

Saat tengah berkeliling di pelataran Masjid Nabawi mereka disetop seorang pria asing.  Dengan bahasa Inggris, pria yang datang ke Masjid Nabawi bersama keluarganya itu menunjuk ke seorang lansia  perempuan tua.

Jamaah wanita ini terduduk lesu dengan wajah sedih karena terpisah dengan rombongan. Wanita tua itu ternyata telah berjam-jam duduk di salah satu sudut pelataran Masjid Nabawi.

Ia hanya bisa duduk di pelataran Masjid Nabawi karena kedua kakinya sakit. Kelompok 1 A tim MCH sempat berupaya untuk berkomunikasi dengan bahasa Inggris termasuk menggunakan aplikasi tapi gagal.

Pasalnya bahasa persia Afghanistan tidak tercakup dalam aplikasi sehingga sulit. Kendalanya adalah wartawan kesulitan berkomunikasi lantaran perbedaan bahasa.

"Ketika kami datangi kami sulit berkomunikasi dengan lansia tersebut sebab  dia tidak bisa berbahasa Inggris. Akhirnya kami cek kartunya dengan Google Lens. Dan ternyata dari Afghanistan, " tutur Hikmah, salah satu anggota MCH.

Kendala bahasa membuat tim MCH sulit menolong lansia  Afghanistan tersebut.  Setelah cukup lama mencari solusi dan waktu sudah menunjukkan pukul 00.00 WAS.

Akhinya tim MCH  berkomunikasi dengan tim Sektor Khusus Petugas Haji di Masjid Nabawi dan mendatangi unit Emergeny for Hajj and  Umroh yang berada di pintu 222.

''Jadi kami antarkan ke seksi tersebut lantaran jam sudah menunjukkan jam 12 malam, '' ujarnya.

Baca juga: Naiki 10 Bus, Jamaah Haji Indonesia Mulai Bertolak ke Makkah, Ambil Miqat di Bir Ali

Namun setelah hampir dua jam berjuang, tim MCH pun menyerahkan ke petugas layanan informasi haji dan umrah di pos samping pintu 333 Masjid Nabawi.

Matanya berkaca-kaca, rasa bahagia penuh haru tampak menghiasi  wajah wanita Afghanistan ini seraya berulangkali menyampaikan rasa terimakasih dengan isyarat tangan.

Butiran bening tampak mengalir di kelopok wanita tersebut usai mendapat bantuan dari Tim Media Center.

Hikmah menuturkan sepanjang menyisir Masjid Nabawi pihaknya juga kerap disetop warga asing yang menanyakan arah menuju raudhah atau tempat lainnya. 

"Meski terkendala bahasa mereka tidak segan-segan bertanya,” ujarnya.

Tim MCH juga menemukan sebanyak dua jamaah lansia wanita lupa arah pulang di pintu 33 Masjid Nabawi. Tim MCH pun menuntun kedua jamaah asal Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) itu menuju hotelnya.

Lalu tak berselang lama tim MCH A1 kembali menemukan dua jamaah tersesat hingga terdampar di Karam Golden Hotel.

Tim MCH yang tergabung dalam kelompok 1A pun akhirnya kembali membantu menemukan jamaah asal Banten itu dengan keluarganya.

Kedua nenek jamaah lansia ini tampak gemetar seraya memegang erat tangan tim MCH karena takut setelah kebingungan hingga berputar-putar di sekitar Masjid Nabawi.

Baca juga: Jamaah Haji Indonesia Dapat Makan hingga 126 Kali Selama di Tanah Suci? Simak Penjelasan Kemenag

Mulutnya tak henti membaca Asma Allah dan Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW seraya berucap syukur karena telah dibantu.

Selanjutnya ada sejumlah jamaah juga terdampar di Karam Golden Hotel karena sudah berputar-putar tidak menemukan lokasi penginapannya. Lagi-lagi tim MCH membantu jamaah terkait.

Berdasarkan data dari Siskohat hingga pukul 16.04 Waktu Arab Saudi atau pukul 20.04 Waktu Indonesia Barat (WIB) tercatat 210 kloter dengan 81.588 jamaah telah tiba di tanah suci, Madinah Almunawarah serta Makkah Almukaramah210 kloter. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved